- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Pemko Payakumbuh Dukung Program IDAMAN BPOM, Lindungi Kesehatan Warga dan Dorong UMKM Jamu Naik Kelas

Kamis, 11 Juni 2026 | 6/11/2026 09:31:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-11T14:31:24Z

PAYAKUMBUH, Liputan12.com — Pemerintah Kota Payakumbuh menyatakan dukungan penuh terhadap Program Indonesia Sadar Jamu Aman (IDAMAN) yang diluncurkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI. Program ini bertujuan meningkatkan keamanan konsumsi jamu, melindungi kesehatan masyarakat, sekaligus memperkuat daya saing pelaku usaha jamu lokal di daerah.

Dukungan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman atas nama Wali Kota Zulmaeta saat mengikuti Kick Off Program IDAMAN secara daring dari Aula Pertemuan Riza Falepi, Kantor Wali Kota Payakumbuh, pada Selasa (09/06/2026). Program IDAMAN merupakan kampanye nasional yang diluncurkan bertepatan dengan pembukaan Pekan Jamu 2026 dengan tema "Menjamu Masa Depan dengan Jamu".

Wawako Elzadaswarman menjelaskan bahwa program ini memberikan manfaat langsung bagi masyarakat karena mendorong peningkatan pengawasan dan edukasi terhadap produk jamu yang aman, bermutu, serta bebas dari kandungan Bahan Kimia Obat (BKO) yang berpotensi membahayakan kesehatan.



"Karena ini merupakan program nasional, Pemerintah Kota Payakumbuh tentu mendukung penuh. Kami akan terus mengomunikasikan kepada masyarakat agar semakin memahami pentingnya mengonsumsi jamu yang aman," ucapnya.

Menurut dia, masih terdapat kekhawatiran terkait sejumlah produk jamu yang tidak memenuhi standar keamanan, sehingga diperlukan edukasi berkelanjutan agar masyarakat lebih cermat dalam memilih produk yang telah memenuhi ketentuan. Melalui Program IDAMAN, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya memilih jamu yang memiliki izin edar dan diproduksi sesuai standar keamanan sehingga manfaat kesehatan yang diperoleh lebih terjamin.

"Program ini menjadi langkah penting untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap jamu sebagai warisan budaya bangsa sekaligus alternatif menjaga kesehatan yang aman dan berkualitas," jelasnya.

Kepala BPOM RI Taruna Ikrar dalam peluncuran program tersebut menjelaskan bahwa Program IDAMAN dirancang untuk meningkatkan kesadaran konsumen serta mendorong pelaku usaha menghasilkan produk jamu yang aman dan bermutu. Program ini berfokus pada dua aspek utama: edukasi kepada masyarakat agar lebih bijak dalam mengonsumsi jamu, serta pendampingan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu memproduksi jamu sesuai standar Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) dan memperoleh izin edar resmi dari BPOM.

Selain meningkatkan perlindungan konsumen, program ini juga membuka peluang bagi UMKM jamu untuk meningkatkan kualitas produk, memperluas akses pasar, serta memperkuat daya saing usaha melalui pembinaan dan pendampingan berkelanjutan.

Elzadaswarman juga menyambut baik langkah BPOM dalam memperkuat infrastruktur Unit Pelaksana Teknis (UPT) di daerah. Menurutnya, penguatan UPT BPOM akan memberikan manfaat nyata karena proses pengawasan dapat dilakukan lebih cepat, responsif, dan menjangkau wilayah yang lebih luas sehingga potensi peredaran produk tidak memenuhi standar dapat diminimalkan.

"Tentu dengan infrastruktur UPT yang semakin kuat dan memadai di daerah, fungsi pengawasan terhadap obat dan makanan, khususnya jamu, akan menjadi lebih optimal dan mampu menjangkau masyarakat hingga ke tingkat akar rumput," katanya.

Ia berharap Program IDAMAN dapat diimplementasikan secara optimal di Kota Payakumbuh, sehingga mampu melindungi masyarakat dari risiko konsumsi jamu yang mengandung BKO sekaligus mendorong UMKM jamu lokal naik kelas, lebih berdaya saing, dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Kegiatan kick off tersebut turut diikuti oleh Kepala Balai POM di Payakumbuh beserta jajarannya, Kepala Bagian Perekonomian Setdako Payakumbuh, Kepala UPTD Sentra Randang, serta perwakilan organisasi perangkat daerah terkait di lingkungan Pemko Payakumbuh.


Aldo

×
Berita Terbaru Update