- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Ketua K3S Kecamatan Palimanan Diduga Lakukan Pungli setiap Pencairan Dana BOS, Kepala Sekolah Bantah dan Sebut Sudah Tidak Jadi Pengurus

Jumat, 12 Juni 2026 | 6/12/2026 08:17:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-12T13:17:02Z

CIREBON, Liputan12.com — Informasi mengenai dugaan pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh oknum ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Palimanan Kabupaten Cirebon tengah menjadi sorotan. Diduga, setiap pencairan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), pihak terkait meminta uang sebesar Rp100.000 dari setiap kepala sekolah tingkat dasar se-Kecamatan Palimanan dengan tujuan yang tidak jelas.

Seharusnya Dana BOS merupakan hak bagi sekolah untuk mendukung operasional pendidikan, namun informasi yang beredar menyatakan bahwa dana tersebut dijadikan ajang untuk memperkaya diri pihak tertentu.

Untuk mengkonfirmasi informasi tersebut, awak media melakukan kunjungan langsung ke SDN 2 Pegagan, yang kepala sekolahnya, Kusaenah, disebut sebagai ketua K3S. Namun, saat kunjungan tersebut, kepala sekolah tidak ada di sekolah. "Kepala sekolah sedang tidak ada pak, mungkin rapat," ujar salah seorang guru yang ditemui.

Selanjutnya, awak media melakukan konfirmasi melalui sambungan seluler via WhatsApp pada Jumat (12/6/2026). Dalam kesempatan tersebut, Kepala SDN 2 Pegagan Kusaenah membantah seluruh tuduhan mengenai adanya pungutan uang sebesar Rp100.000 pada setiap pencairan Dana BOS.

Menurutnya, dirinya sudah tidak lagi menjabat sebagai pengurus K3S karena akan memasuki masa pensiun dan saat ini sedang mengurus Surat Keputusan (SK) pensiun. "Sejak beberapa bulan kemarin sudah tidak ada pungutan atau iuran yang masuk ke ketua K3S. Semua tudingan itu tidak benar, karena saya sudah bukan lagi pengurus K3S," tegas Kepsek SDN 2 Pegagan.

Sampai berita ini ditayangkan, pihak ketua K3S Kecamatan Palimanan yang baru atau terkait tidak dapat ditemui secara langsung untuk memberikan penjelasan lebih lanjut. Namun, berdasarkan tanggapan yang diterima melalui telepon, pihaknya merasa bahwa klarifikasi melalui sambungan seluler sudah cukup untuk menjawab permasalahan yang muncul.


Bung Arya

×
Berita Terbaru Update