- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

JADI PILOT PROJECT PERTAMA, POLRESTA CIREBON SOSIALISASIKAN KAMPUNG TANGGUH NARKOBA DI TRUSMI KULON

Rabu, 10 Juni 2026 | 6/10/2026 12:12:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-10T05:12:35Z

Cirebon, Liputan12.com - Polresta Cirebon melalui Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) telah menggelar kegiatan sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba di Desa Trusmi Kulon, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, pada Selasa (9/6/2026) malam. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam menggalakkan program Kampung Tangguh Narkoba di wilayah hukum Polresta Cirebon.

Acara yang berlangsung di kediaman salah satu ketua RT dipimpin langsung oleh Kasat Narkoba Polresta Cirebon, Kompol Heri Nurcahyo, S.H., M.H. Kehadiran jajaran Satresnarkoba disambut hangat oleh Kuwu (Kepala Desa) Trusmi Kulon, Abdul Tholib, serta diikuti oleh Bhabinkamtibmas Bripka Soetani, Babinsa Sertu Fernando, perangkat desa, dan berbagai elemen masyarakat setempat.

Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasat Narkoba Kompol Heri Nurcahyo, mengungkapkan bahwa Desa Trusmi Kulon dipilih sebagai pilot project (proyek percontohan) pertama di Kabupaten Cirebon. Pemilihan desa ini didasarkan pada hasil pemetaan berkala yang menunjukkan bahwa Trusmi Kulon memiliki tingkat kerawanan peredaran narkoba yang rendah.

"Tujuan utama dari sosialisasi Kampung Tangguh Narkoba ini adalah untuk mencegah dan memutus mata rantai penyalahgunaan serta peredaran gelap narkoba. Kami ingin menciptakan lingkungan desa yang bersih, aman, dan sehat bagi generasi masa depan," ujar Kompol Heri Nurcahyo.

Melalui pembentukan satgas-satgas pencegahan yang melibatkan sinergitas Polri, TNI, dan pemangku kepentingan desa, program terintegrasi ini terbukti memberikan dampak positif yang nyata bagi penguatan keamanan di tingkat desa. Pihak kepolisian menyampaikan beberapa materi krusial kepada warga dalam sosialisasi yang dikemas secara interaktif.

Di antaranya, warga diberikan edukasi mendalam untuk mengenal jenis-jenis narkoba serta dampak negatif penyalahgunaannya dari berbagai aspek, mulai dari kesehatan, ekonomi, sosial, budaya, hingga masa depan generasi muda. Selain itu, juga diberikan penjelasan mengenai risiko dan sanksi hukum yang tegas bagi siapa saja yang terlibat dalam penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkoba.

Tak hanya itu, sosialisasi juga membuka ruang tanya jawab langsung bagi warga untuk berkonsultasi mengenai penanganan jika ada indikasi penyalahgunaan narkoba di lingkungan keluarga atau tetangga. Warga juga mendapatkan edukasi tentang tata cara pelaporan cepat dan aman melalui Call Center 110 Polresta Cirebon, sehingga masyarakat dapat berpartisipasi aktif memberikan informasi jika menemui aktivitas mencurigakan.

"Rangkaian acara sosialisasi ini berjalan dengan interaktif, aman, dan kondusif dari awal hingga selesai. Ke depan, Polresta Cirebon berencana mereplikasi program Kampung Tangguh Narkoba ini ke desa-desa lain guna mempersempit ruang gerak peredaran narkoba di seluruh wilayah Kabupaten Cirebon," pungkas Kompol Heri Nurcahyo.


Bung Arya

×
Berita Terbaru Update