JAKARTA, Liputan12.com - Kampung Seni Tegal menghadirkan pementasan Duta Seni Kota Tegal bertajuk “Seminggah Sing Adoh” di Anjungan Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, pada Minggu (31/5/2026).
Pementasan yang disutradarai sekaligus ditulis oleh Ketua Kampung Seni Kota Tegal, Seful Mu’min, menggambarkan kehidupan masyarakat pesisir Kota Tegal yang kental dengan nilai budaya, kebersamaan, dan spiritualitas.
Acara tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh penting, antara lain Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah Risturino, S.IP, M.M, serta Ketua, Wakil Ketua, dan anggota DPRD Kota Tegal, Sekretaris Daerah, Staf Ahli, Asisten, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota Tegal, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tegal, Ketua Ikatan Keluarga Besar Tegal Bahari Ayu di Jabodetabek, dan Ketua Umum Perkumpulan Keluarga Kabupaten Tegal–Slawi Ayu (PKKT-SA) Letkol TNI AD (Purn) Drs. Darmawan.
Lakon “Seminggah Sing Adoh” mengisahkan perjuangan nelayan pesisir Tegal yang menghadapi berbagai musibah, mulai dari kapal terbakar, hilangnya anak buah saat melaut, penurunan hasil tangkapan ikan, hingga kecelakaan laut yang menimbulkan keresahan. Di tengah kesulitan tersebut, masyarakat mengingat ungkapan warisan leluhur, “Hus Seminggah Sing Adoh, Kabura Barat Angin”, yang dipercaya sebagai doa untuk menjauhkan segala mara bahaya.
Melalui tokoh Mbah Kliwon, lakon ini mengajak untuk mensyukuri nikmat Tuhan dan menjaga tradisi Sedekah Laut sebagai bentuk penghormatan terhadap alam serta penguat kebersamaan. Konflik antara nelayan, juragan, dan warga pelabuhan akhirnya menyadarkan bahwa musibah tidak hanya datang dari alam, tetapi juga akibat lunturnya rasa syukur dan persatuan.
Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, menyampaikan apresiasi kepada seluruh seniman dan pelaku budaya yang menjaga eksistensi kebudayaan daerah.
“Atas nama Pemerintah Kota Tegal, saya sampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh seniman, pelaku budaya, serta komunitas kreatif yang terus menjaga denyut kebudayaan Kota Tegal agar tetap hidup, tumbuh, dan berkembang mengikuti zaman,” ucapnya.
Dedy Yon juga mengungkapkan kebanggaan karena Kampung Seni Tegal meraih Anugerah Kebudayaan Indonesia Tahun 2025 dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dalam kategori Pelopor Seni Budaya. Menurutnya, prestasi tersebut membuktikan kreativitas masyarakat Tegal mampu menghasilkan karya budaya yang diakui secara nasional.
Ia menegaskan pentingnya seni pertunjukan sebagai sarana pewarisan nilai budaya kepada generasi muda.
“Nilai-nilai seperti inilah yang sangat penting untuk terus digali dan dihidupkan kembali melalui karya seni pertunjukan. Karena sesungguhnya seni bukan hanya tontonan, tetapi juga menjadi media pewarisan nilai budaya, identitas masyarakat, dan cara pandang hidup orang Tegal,” jelasnya.
Pementasan “Seminggah Sing Adoh” tidak hanya menyuguhkan kisah kehidupan nelayan dengan dialog khas pesisir Tegal yang hangat, tetapi juga menyampaikan pesan mendalam tentang syukur, persatuan, penghormatan terhadap warisan leluhur, serta harapan agar segala mara bahaya menjauh dari kehidupan masyarakat.
Penulis : Ag


