Palembang Liputan 12 com. Camat Sukarami, Muhammad Fadly, pantau langsung normalisasi waduk sosial kelurahan Sukabangun, kecamatan Sukarami.
Sedimentasi yang terjadi diwaduk sosial, sudah sangat meresahkan dan menghawatirkan Warga sekitar waduk bila musim penghujan datang.
Genangan bahkan menyebabkan Banjir akibat air waduk meluap tak mampu menampung debit air akibat sedimentasi.
Hal ini telah berlangsung bertahun-tahun, hingga mendapat perhatian khusus pemerintah, mulai dari Pihak kelurahan, kecamatan hingga pemerintah kota.
Muhammad Fadly, camat Sukarami (12/06),meninjau langsung pekerjaan pengerukan sedimen di waduk sosial di jalan kopral selamet Sukabangun, sebagai wujud kepedulian dan perhatian terhadap masalah tersebut.
Didamping Lurah Sukabangun, Hendrik Buditama, dan tokoh masyarakat ketua RW 05, mendatangi lokasi pengerukan, untuk memastikan pekerjaan berjalan lancar, dan tidak terjadi kendala yang berarti.
Pekerjaan yang di perkirakan berjalan 20 hari kerja, sudah berlangsung tiga hari dan sudah 30 persen sedimen terangkat ke daratan.
Dinas PUPR kota Palembang menerjunkan satu alat berat (ekskavator long) dalam pengerjaan tersebut sambil menunggu satu alat berat lagi yang akan diperbantukan untuk mempermudah dan mempercepat pengerjaan pengerukan.
Selain itu keterlibatan komunitas masyarakat peduli sungai peduli banjir (KMPSPB)yang dibentuk oleh Dinas PUPR SDA -IL kota Palembang, nampak Hadir berperan aktif memantau pengerjaan pengerukan sedimen, sebagai wujud kepedulian, dan komitmen komunitas sebagai organisasi pemerhati lingkungan.
Perhatian dan kepedulian semua pihak akan memberikan efek positif bagi warga sekitar waduk sosial, setidaknya mengikis kecemasan dan kekhawatiran akan meluap nya waduk sosial kemukiman Warga yang berdampak kerugian material bagi Warga sekitar waduk (kolam retensi.)
(Kontributor Palembang)

