SAMPANG, Liputan12.com – Yayasan Sehabat Jiwa Sehat QS yang berlokasi di Jalan Bujuk Biru, Desa Komis, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, di bawah pembinaan Gus Daef, kini hadir sebagai harapan baru bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan dan pertolongan. Lembaga ini berkomitmen penuh untuk membantu merawat, mengasihi, dan membina masyarakat agar dapat memiliki kualitas hidup yang lebih baik, sekaligus menjadi tempat pemulihan bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
Gus Daef menegaskan bahwa seluruh pelayanan yang diberikan oleh yayasan ini bersifat siap siaga selama 24 jam non-stop. "Kami siap membantu kapan saja. Jika ada keadaan darurat yang membutuhkan penanganan cepat, kami siap langsung berangkat ke lokasi kejadian – entah itu siang bolong, tengah malam hari, atau bahkan saat hujan deras sekalipun, kami akan tetap meluncur untuk memberikan pertolongan yang diperlukan," ujar Gus Daef dengan tegas.
Tak hanya fokus pada pemulihan kesehatan jiwa bagi ODGJ, Yayasan Sehabat Jiwa Sehat QS juga dikenal sangat sigap menangani berbagai kasus darurat lainnya yang sering terjadi di wilayah tersebut. Salah satu layanan unggulan yang sangat dibutuhkan oleh warga setempat adalah penanganan medis bagi masyarakat yang menjadi korban gigitan ular berbisa, yang bisa menjadi ancaman serius bagi nyawa jika tidak ditangani dengan cepat.
Kehadiran yayasan ini telah mendapat sambutan sangat positif dari warga sekitar dan masyarakat Kabupaten Sampang pada umumnya. Keberadaan Gus Daef beserta timnya dianggap sangat membantu mengurangi kekhawatiran masyarakat, terutama di wilayah pedesaan yang terkadang memiliki keterbatasan akses ke fasilitas kesehatan resmi dan membutuhkan penanganan segera pada kondisi darurat.
Dengan semangat mengasihi dan melayani sesama yang mendalam, Gus Daef berharap Yayasan Sehabat Jiwa Sehat QS dapat terus berkembang dan menjadi tempat yang membawa manfaat nyata, kedamaian, serta kesembuhan bagi siapa saja yang datang memohon pertolongan – tanpa memandang latar belakang sosial, ekonomi, atau agama mereka.
Penulis : @gus mandie
