- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Wawako Payakumbuh Elzadaswarman Tekankan Pentingnya Penguatan Pendidikan Moral dan Keimanan Bagi Generasi Muda

Selasa, 05 Mei 2026 | 5/05/2026 12:01:00 AM WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-04T17:01:48Z

PAYAKUMBUH, liputan12.com - Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman menegaskan pentingnya penguatan pendidikan moral dan keimanan bagi generasi muda saat membina upacara bendera di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Kota Payakumbuh pada Senin (04/05/2026). Kegiatan yang diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan staf sekolah ini menjadi momentum untuk menyampaikan pesan penting terkait pembangunan karakter anak bangsa.

Menurutnya, penguatan pendidikan moral dan keimanan merupakan salah satu pilar utama dalam mewujudkan visi dan misi pemerintah kota yang digagas oleh Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta dan dirinya sendiri, yaitu "Payakumbuh Maju Bermartabat melalui Pemberdayaan, Pengembangan Kualitas Pendidikan, dan Sentra UMKM yang Kompetitif".

“Kondisi lingkungan saat ini yang semakin kompleks menuntut kita semua untuk lebih serius dalam membangun karakter anak-anak kita. Ancaman terhadap moral dan perilaku generasi muda sangat nyata, bahkan tidak jarang kita melihat anak-anak berkeliaran bebas bahkan saat waktu magrib yang seharusnya digunakan untuk beribadah atau berkumpul dengan keluarga. Hal ini harus menjadi perhatian kita bersama sebagai pemerintah, sekolah, dan orang tua,” ujar Wawako Elzadaswarman dalam amanatnya.

Ia menyebutkan bahwa perubahan perilaku menyimpang yang semakin marak terjadi pada generasi muda saat ini menjadi tantangan serius yang tidak dapat ditangani secara sepihak. Menurutnya, kolaborasi yang erat antara berbagai pihak menjadi kunci utama dalam mengatasi masalah ini.

“Jika kita tidak melakukan antisipasi sejak dini, kondisi ini dapat mengancam masa depan anak-anak kita bahkan masa depan daerah Payakumbuh secara keseluruhan. Kita tidak bisa hanya menyalahkan satu pihak, tetapi harus bergandengan tangan untuk melindungi dan membimbing mereka,” jelasnya.



Elzadaswarman mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah daerah, sekolah, orang tua, hingga tokoh masyarakat untuk bekerja sama dalam mencegah berbagai bentuk penyimpangan perilaku pada generasi muda. Ia menilai bahwa penguatan pendidikan agama dan nilai-nilai budaya lokal menjadi salah satu langkah strategis yang dapat membentengi generasi muda dari pengaruh negatif.

“Peningkatan keimanan dan pengenalan nilai-nilai kebudayaan lokal menjadi kunci dalam membentuk karakter yang kuat. Pendidikan agama saat ini bukan hanya tentang hafalan, tetapi lebih penting bagaimana mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari sebagai benteng bagi anak-anak kita dari berbagai godaan yang ada,” ujarnya dengan tegas.

Pada kesempatan tersebut, ia juga menyinggung capaian gemilang yang telah dicapai oleh MTsN 2 Payakumbuh yang beberapa waktu lalu sukses menggelar Haflah Tahfizhul Quran Angkatan XVIII. Kegiatan yang menjadi puncak dari proses pembelajaran hafalan Al-Qur'an tersebut diikuti oleh puluhan siswa yang berhasil menghafalkan sebagian atau seluruh isi Al-Qur'an.

“Ini merupakan bukti nyata bahwa Kota Payakumbuh mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keteguhan dalam nilai keagamaan. Mereka tidak hanya mencintai Al-Qur’an, tetapi juga mampu menghidupkannya dalam hati serta mengamalkan nilai-nilainya dalam karakter dan perilaku sehari-hari,” katanya dengan bangga.

Elzadaswarman mengaku sangat bangga atas prestasi yang telah diraih oleh para siswa MTsN 2 Payakumbuh. Ia berharap program tahfizh yang telah berjalan dengan baik ini terus dapat berkembang dan menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lainnya di seluruh Kota Payakumbuh.

“Al-Qur’an di hati, karakter dalam diri, langkah pasti menuju masa depan Qur’ani. Ini bukan hanya slogan, tetapi menjadi fondasi penting yang harus kita bangun bersama untuk mewujudkan Payakumbuh yang berkah, makmur, dan bermartabat,” ujarnya.

Selain menggarisbawahi pentingnya pendidikan agama dan moral, ia juga mendorong pihak sekolah untuk memanfaatkan pekarangan sekolah sebagai sarana edukasi produktif yang dapat memberikan manfaat ganda. Menurutnya, kegiatan bercocok tanam tidak hanya dapat melatih kemandirian dan tanggung jawab siswa, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi keindahan dan kelestarian lingkungan sekolah.

“Kita bisa mengubah pekarangan sekolah yang luas menjadi lahan produktif, misalnya dengan menanam berbagai jenis sayuran atau tanaman obat. Hal ini tidak hanya mengajarkan anak-anak tentang pentingnya kerja keras dan cinta tanah air, tetapi juga dapat menjadi sumber penghasilan kecil bagi sekolah atau bahkan diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.

Dalam penutup amanatnya, Elzadaswarman menyampaikan harapannya agar para siswa MTsN 2 Payakumbuh serta seluruh generasi muda di Kota Payakumbuh dapat tumbuh menjadi individu berkualitas yang memiliki integritas tinggi, serta menjadi calon pemimpin masa depan yang mampu membawa kemajuan dan perubahan positif bagi masyarakat dan daerah.

“Kami sebagai pemerintah berharap anak-anak kita ini kelak tidak hanya sukses secara pribadi, tetapi juga memiliki komitmen untuk memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan Kota Payakumbuh dan bangsa Indonesia secara luas. Jadilah generasi yang tidak hanya pintar, tetapi juga memiliki hati yang baik dan tanggung jawab yang besar,” pungkasnya.


Penulis : Aldo 

×
Berita Terbaru Update