![]() |
| Pendidikan Tahfiz Jadi Benteng Generasi Muda dari Dampak Negatif Media Sosial |
PAYAKUMBUH, Liputan12com – Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman, yang mewakili Wali Kota Zulmaeta, menghadiri Wisuda Tahfiz Angkatan V SMP Negeri 1 Payakumbuh pada hari Selasa (19/05/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa pendidikan tahfiz merupakan salah satu langkah strategis dalam membentengi generasi muda dari pengaruh negatif yang mungkin muncul dari perkembangan media sosial dan teknologi saat ini.
"Perkembangan media sosial saat ini sangat cepat. Karena itu, kita harus mampu memfilter dan membentengi anak-anak dari dampak negatif media sosial. Banyak terjadi penyimpangan perilaku, sehingga salah satu upaya yang harus dilakukan adalah memperkuat iman dan takwa," ujar Elzadaswarman dalam sambutannya.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan penggunaan perangkat gawai dalam kehidupan sehari-hari sudah menjadi hal yang tidak dapat dihindari. Oleh karena itu, peran aktif dari orang tua dan sekolah sangat penting dalam membina karakter anak agar tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang tidak menguntungkan.
"Sebuah penelitian menyebutkan bahwa masyarakat saat ini terpapar penggunaan gawai minimal empat jam setiap hari. Suka atau tidak, kondisi ini akan selalu hadir di sekitar kita. Tinggal bagaimana kita menyikapinya dengan bijak dan memberikan arahan yang tepat kepada anak-anak," tambahnya.
Elzadaswarman menyampaikan bahwa kegiatan wisuda tahfiz menjadi bukti nyata akan keseriusan pihak sekolah dan orang tua dalam membentuk generasi muda yang memiliki fondasi keimanan yang kokoh. Ia juga mengungkapkan bahwa dalam beberapa bulan terakhir, pihak pemerintah kota terus mengingatkan generasi muda agar mampu menjaga diri di tengah dinamika perubahan sosial yang berlangsung sangat cepat.
"Beberapa bulan terakhir kami selalu menyampaikan hal ini kepada generasi muda agar terhindar dari pengaruh buruk. Mari kita bersama-sama membimbing anak-anak kita agar kelak menjadi pemimpin yang mampu memajukan bangsa dan daerah, sekaligus menjadi pribadi yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa," tegasnya.
Ia juga menegaskan komitmen penuh Pemerintah Kota Payakumbuh, bersama Wali Kota Zulmaeta dan seluruh jajaran, untuk terus mendukung program tahfiz serta berbagai program pendidikan keagamaan yang berjalan di sekolah-sekolah di Kota Payakumbuh.
"Dengan keimanan dan ketakwaan yang kuat, insyaallah anak-anak kita akan lebih terbentengi dari segala bentuk godaan dan pengaruh negatif. Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para guru dan orang tua yang telah dengan penuh kesabaran mendidik calon-calon pemimpin masa depan ini," ujarnya.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Payakumbuh Syafrida menjelaskan bahwa Wisuda Tahfiz Angkatan V tahun ini diikuti oleh 88 siswa, yang terdiri atas 36 siswa laki-laki dan 52 siswa perempuan. Kegiatan wisuda ini juga dirangkai dengan acara penyerahan siswa kelas IX kepada orang tua sebagai bentuk tanda bahwa anak-anak telah menyelesaikan pendidikan di tingkat sekolah menengah pertama.
"Wisuda tahfiz ini merupakan bagian dari upaya sekolah dalam membentuk karakter siswa melalui pendidikan Al-Qur'an. Selain hafalan, kami juga terus mendorong siswa untuk memahami makna dari ayat-ayat yang mereka hafalkan. Kami berharap capaian yang diraih oleh para wisudawan tahun ini dapat memotivasi siswa lain untuk terus meningkatkan hafalan dan pemahaman terhadap Al-Qur'an," ujar Syafrida.
Acara yang berlangsung meriah di halaman sekolah tersebut turut dihadiri oleh Wakil Bupati Lima Puluh Kota Ahlul Badrito Resha, Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Nalfira, para guru dan karyawan sekolah, orang tua dan keluarga siswa wisudawan, serta sejumlah tamu undangan lainnya yang mendukung program pendidikan keagamaan di sekolah tersebut.
Penulis : Aldo



