Stok Pupuk Bersubsidi Aman, 1.516 Ton Urea Siap Disediakan untuk Indramayu
INDRAMAYU (LIPUTAN12.COM), 10 MEI 2026 – PT Pupuk Kujang memberikan jaminan bahwa stok pupuk bersubsidi di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan petani pada musim tanam tahun ini. Jaminan ini disampaikan mengingat adanya keluhan dari beberapa kelompok tani yang belum menerima alokasi pupuk.
Direktur Operasi dan Produksi PT Pupuk Kujang Arlyza Eka Wijayanti dalam keterangan yang diterima di Indramayu pada hari Sabtu mengatakan bahwa berdasarkan pendataan hingga tanggal 6 Mei 2026, total pupuk bersubsidi yang tersedia untuk Jawa Barat mencapai 26.998 ton. "Jumlah tersebut terdiri atas 3.015,8 ton pupuk NPK serta 23.982 ton pupuk urea," ujarnya.
Untuk wilayah pantai utara (pantura) Jawa Barat yang menjadi salah satu lumbung padi nasional, pihaknya telah menyiapkan stok pupuk bersubsidi sebanyak 4.258 ton, yang meliputi 3.790 ton pupuk urea dan 467,9 ton pupuk NPK.
"Khusus untuk Kabupaten Indramayu, stok pupuk urea yang tersedia tercatat mencapai 1.516,40 ton untuk mendukung persiapan masa tanam. Kami memastikan bahwa kebutuhan pupuk petani di daerah ini akan terpenuhi," jelasnya.
Arlyza menjelaskan bahwa pihaknya terus memperkuat pengelolaan energi dan produksi agar distribusi pupuk ke daerah sentra pertanian dapat berjalan optimal dan merata ke seluruh wilayah. Langkah ini dilakukan sejalan dengan komitmen perusahaan untuk mendukung implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2025 tentang Kebijakan Energi Nasional melalui sinergi dengan Dewan Energi Nasional serta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
"Keandalan pasokan energi dan gas bumi adalah kunci utama dalam menjaga mandat ketahanan pangan nasional. Tanpa pasokan energi yang stabil, proses produksi pupuk tidak dapat berjalan dengan baik," katanya.
Menurut Arlyza, stabilitas energi yang terjaga memungkinkan perusahaan untuk mengoptimalkan kapasitas produksi pabrik, sehingga distribusi pupuk dapat dilakukan secara optimal ke seluruh daerah yang membutuhkan. "Dengan stabilitas energi dan pasokan BBM yang terjaga, kami dapat mengoptimalkan kapasitas produksi pabrik guna memastikan kebutuhan petani di lapangan senantiasa terpenuhi," ujarnya.
Selain itu, PT Pupuk Kujang juga tengah mempercepat pengembangan Blue Ammonia, serta melakukan penjajakan terkait Green Ammonia sebagai pembawa hidrogen (hydrogen carrier) masa depan. Arlyza menjelaskan bahwa seluruh inisiatif tersebut menjadi bagian dari strategi Climate Action perusahaan, yang difokuskan pada efisiensi energi serta pengembangan ekosistem industri hijau yang berkelanjutan.
"Kepastian pasokan BBM, gas bumi, dan optimalisasi energi memberikan jaminan bahwa seluruh tahapan produksi hingga distribusi pupuk berjalan lancar untuk mendukung stabilitas pangan nasional. Pupuk Kujang terus berkomitmen menjadi pilar stabilitas pangan nasional melalui manajemen operasional yang efisien, inovatif, dan berwawasan lingkungan," pungkasnya.
Penulis : Bung Arya

