![]() |
| BAM DPR RI Temukan Dampak Penurunan Pendapatan Pelaku Usaha, Juga Soroti Masalah Pasar Tiban yang Ganggu Akses Tempat Ibadah |
KOTA TEGAL (LIPUTAN12.COM), 25 MEI 2026 – Program Car Free Night (CFN) yang selama ini digelar di kompleks Alun-alun dan Jalan Pancasila Kota Tegal resmi dihentikan. Penghentian kebijakan ini diambil setelah Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia melakukan kunjungan kerja ke Kota Tegal dengan membahas isu CFN serta penataan kawasan Alun-alun, termasuk gangguan akses menuju tempat ibadah akibat pasar tiban.
Rapat koordinasi yang berlangsung di Ruang Paripurna DPRD Kota Tegal pada Senin (25/05) pagi dihadiri oleh Ketua BAM DPR RI Ahmad Heryawan beserta anggota DPR RI Adian Napitupulu dan Harris Turino, serta Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono, Wakil Wali Kota Tazkiyyatul Muthmainnah, perwakilan Forkopimda, Sekretaris Daerah Agus Dwi Sulistyantono, dan para Kepala OPD terkait.
Ketua BAM DPR RI Ahmad Heryawan menyampaikan bahwa kunjungan kerja ini merupakan bentuk pelaksanaan fungsi DPR RI untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan menjamin hak sosial serta keagamaan. Menurutnya, BAM hadir untuk membantu menyelesaikan persoalan yang tengah berkembang di masyarakat Kota Tegal, khususnya terkait pelaksanaan CFN dan keberadaan pasar tiban yang menghambat akses menuju Gereja Pantekosta dan Vihara.
"Semestinya persoalan ini bisa diselesaikan di tingkat DPRD, namun kami siap membantu agar menemukan solusi yang baik. Semoga dengan adanya kunjungan ini, semua persoalan bisa menemukan jalan keluar yang memuaskan semua pihak," ujarnya.
Ahmad Heryawan menjelaskan bahwa hasil evaluasi menunjukkan pelaksanaan CFN justru berdampak negatif dengan menurunkan pendapatan pelaku usaha di kawasan Alun-alun. Oleh karena itu, pihaknya mendukung keputusan untuk menghentikan program tersebut agar kondisi ekonomi para pedagang dapat pulih.
Selain masalah CFN, BAM DPR RI juga menyoroti adanya gangguan akses menuju Meditation Center dan Gereja Pantekosta akibat keberadaan pasar tiban yang beroperasi di Jalan Slamet Riyadi. Menurutnya, aspirasi pengelola tempat ibadah untuk mendapatkan akses yang lancar dan tidak terganggu tidaklah berlebihan dan perlu mendapatkan perhatian serius.
Sementara itu, Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono menyampaikan bahwa kawasan Alun-alun dan Jalan Pancasila saat ini semakin ramai dengan aktivitas masyarakat, tidak hanya pada akhir pekan tetapi hampir setiap hari. Untuk mengatasi kemacetan yang sering terjadi, Pemerintah Kota Tegal telah menyiapkan sejumlah lokasi parkir alternatif di berbagai titik, seperti kawasan bekas CMJT/JTAB, Water Leiding, hingga lahan milik PT KAI di Jalan Semeru.
Penulis : Ag

