- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Pemko Payakumbuh Berkomitmen Mendukung Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Agama

Rabu, 13 Mei 2026 | 5/13/2026 12:28:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-13T05:28:19Z
13 Santri Wisuda Tahfiz, 32 Santri Kelas IX MTs Dilepas dari Pondok Pesantren Syekh Ibrahim Harum

PAYAKUMBUH, Liputan12.com – Pemerintah Kota Payakumbuh menegaskan komitmennya untuk terus mendukung penguatan pendidikan karakter berbasis agama di seluruh wil



ayah kota. Hal ini disampaikan oleh Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, saat menghadiri acara Wisuda Tahfiz dan Pelepasan Santri Kelas IX Madrasah Tsanawiyah (MTs) Pondok Pesantren Syekh Ibrahim Harum, Kelurahan Tiakar, Kecamatan Payakumbuh Timur pada hari Selasa (12/05/2026).

"Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta dan saya sangat bangga dengan capaian yang diraih oleh para santri hari ini. Kehadiran hafiz dan hafizah bukan hanya tentang prestasi akademik semata, tetapi juga tentang menjaga keberkahan dan nilai-nilai luhur di Kota Payakumbuh. Kita telah menempatkan pendidikan agama dan hafalan Al-Qur'an sebagai bagian krusial dalam pembangunan sumber daya manusia kota ini, karena kita sangat membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga rendah hati dan berpegang teguh pada tuntunan Al-Qur'an," ujar Elzadaswarman dalam sambutannya.

Ia juga menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada pengurus pondok pesantren yang telah konsisten membina dan mendidik generasi muda Payakumbuh selama bertahun-tahun. Pada acara wisuda dan pelepasan kali ini, Pondok Pesantren Syekh Ibrahim Harum berhasil mewisuda sebanyak 13 santri yang telah menyelesaikan program tahfiz Al-Qur'an, sementara 32 santri kelas IX resmi dilepas setelah menyelesaikan jenjang pendidikan MTs.


"Mewakili Wali Kota dan seluruh jajaran Pemerintah Kota Payakumbuh, kami mengucapkan selamat kepada 13 santri yang telah berhasil menyelesaikan program tahfiz. Ini bukan sekadar acara wisuda, tetapi merupakan keberhasilan luar biasa dalam menjaga dan menghafalkan kalam Allah di tengah kesibukan belajar sehari-hari. Kepada 32 santri kelas IX yang hari ini kami lepas, saya ingin mengingatkan bahwa kalian adalah calon pemimpin masa depan bagi Kota Payakumbuh," ujarnya.

Elzadaswarman menegaskan bahwa Pemko Payakumbuh akan terus memberikan dukungan penuh kepada pesantren dan berbagai lembaga pendidikan keagamaan, serta senantiasa memfasilitasi program-program yang bertujuan meningkatkan kualitas hafalan Al-Qur'an dan pendidikan agama di kota ini.

"Pesantren seperti Syekh Ibrahim Harum merupakan mitra strategis pemerintah dalam mencetak generasi muda yang berakhlak mulia dan berilmu pengetahuan. Pemko Payakumbuh akan terus bersinergi erat dengan seluruh pesantren untuk menyusun program-program yang relevan dengan perkembangan zaman, namun tetap tidak meninggalkan nilai-nilai keaswajaan yang menjadi dasar pendidikan agama," tambahnya.

Wakil Wali Kota juga memberikan pesan kepada seluruh santri yang telah lulus agar tidak pernah berhenti menuntut ilmu pengetahuan dan agama. Menurutnya, tantangan zaman yang semakin kompleks di masa depan memerlukan kombinasi yang seimbang antara iman yang kuat, ilmu yang luas, dan adab yang terpuji.

"Kepada seluruh anak-anak kami yang telah menyelesaikan pendidikan di sini, jangan pernah melepaskan hafalan Al-Qur'an yang telah kalian miliki dan jangan pernah tinggalkan akhlak yang telah kalian pelajari di pesantren, dimana pun kalian melanjutkan studi atau bekerja kelak. Kalian adalah wajah masa depan Kota Payakumbuh yang harus kita banggakan," pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Elzadaswarman didampingi oleh Ketua Lembaga Kemakmuran dan Amil Zakat (LKAAM) Kota Payakumbuh, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Payakumbuh, serta seluruh pengurus Pondok Pesantren Syekh Ibrahim Harum.

Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Syekh Ibrahim Harum, Zunijar Ibrahim menjelaskan bahwa 32 santri kelas IX yang dilepas telah menyelesaikan seluruh rangkaian proses pendidikan, termasuk ujian madrasah, praktik ibadah, serta ujian kepribadian yang menjadi syarat kelulusan.

"Mereka telah kami bekali dengan berbagai ilmu agama, keterampilan hidup yang bermanfaat, dan tentunya pemahaman mendalam terkait tadabur Al-Qur'an yang menjadi dasar dalam menjalani kehidupan sehari-hari," ujarnya.

Terkait wisuda tahfiz, Zunijar menjelaskan bahwa 13 santri yang lulus telah melalui proses seleksi dan evaluasi yang sangat ketat, mulai dari setoran hafalan harian, ujian kenaikan juz secara berkala, hingga sidang tahfiz yang dilakukan di depan dewan penguji yang kompeten.

"Tidak semua santri mampu mencapai target hafalan yang telah ditetapkan. Ada yang berhasil menghafal 1 juz, 3 juz, bahkan ada di antara mereka yang mampu mencapai target hafalan hingga 5 juz. 13 santri yang wisuda hari ini adalah putra-putri terbaik kami yang telah menunjukkan ketekunan dan konsistensi dalam melakukan murajaah (pengulangan hafalan). Kami berharap mereka dapat menjadi duta-duta Al-Qur'an yang mampu menyebarkan nilai-nilai kebaikan di mana pun mereka melanjutkan studi atau berkarir," jelasnya.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada para orang tua santri yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada pondok pesantren selama ini.

"Kami juga mengucapkan maaf sebesar-besarnya jika selama proses pendidikan ada kekurangan atau hal yang kurang berkenan. Semoga ilmu dan nilai-nilai yang telah kami berikan dapat menjadi bekal yang bermanfaat bagi kehidupan mereka di dunia dan akhirat. Jangan pernah putus silaturahmi dengan pondok pesantren ini, karena pondok ini akan selalu menjadi rumah kedua bagi kalian," pesannya kepada para santri yang telah lulus.


Penulis : Aldo

×
Berita Terbaru Update