- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Mayat Laki-Laki Ditemukan di Ladang Tebu Desa Sengon Bugel, Tidak Ada Tanda Tindak Kejahatan

Jumat, 15 Mei 2026 | 5/15/2026 12:11:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-15T05:11:39Z
Korban Diketahui Sudah Hilang Dua Minggu, Pihak Keluarga Tolak Autopsi

JEPARA, Liputan12.com – Warga Desa Sengon Bugel, Kecamatan Mayong, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki di ladang tebu belakang PT Kanindo Makmur Jaya 1 pada hari Kamis (14/05/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Penemuan dilakukan oleh dua karyawan yang tengah membersihkan rumput liar di belakang tembok pabrik.

"Saat kami mendekati area di mana banyak batang tebu roboh, kami melihat sesuatu yang mencurigakan. Setelah diperiksa, ternyata adalah mayat laki-laki tanpa busana yang tergeletak di sana," ungkap salah seorang pekerja yang menemukan korban.

Setelah memastikan bahwa korban sudah tidak bernyawa, kejadian tersebut langsung dilaporkan ke pihak keamanan pabrik dan selanjutnya diteruskan ke kepolisian. Korban kemudian diidentifikasi sebagai Sudirno (66), warga Desa Krasak, Kecamatan Pecangaan, Jepara.

Informasi dari pihak keluarga menyebutkan bahwa korban telah meninggalkan rumah sekitar dua minggu yang lalu dan belum pernah kembali. Keluarga juga telah melakukan berbagai upaya pencarian, namun tidak mendapatkan hasil hingga menerima kabar bahwa ada mayat ditemukan di ladang tebu.

Tim medis dari Puskesmas Mayong 2 yang melakukan pemeriksaan luar terhadap mayat memastikan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban. Dokter yang menangani menyampaikan bahwa berdasarkan kondisi mayat, diperkirakan korban sudah meninggal sekitar 6 jam sebelum ditemukan.

Kapolsek Mayong AKP Suyatmoko menyampaikan bahwa dugaan sementara korban meninggal dunia akibat sakit atau kemungkinan kelaparan. Hal ini diperkuat oleh pernyataan Kasat Reskrim Polres Jepara, AKP M Faisal Wildan Umar Rela saat dikonfirmasi awak media. "Bukan korban tindak kejahatan," tegasnya pada hari yang sama.

Pihak keluarga korban mengaku ikhlas menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan juga menolak untuk melakukan autopsi terhadap jenazah. Setelah proses pemeriksaan oleh pihak berwenang selesai, jenazah korban langsung diserahkan kepada keluarga untuk dilakukan proses pemakaman sesuai dengan adat istiadat.

Meskipun telah dipastikan bahwa korban tidak meninggal akibat tindak kriminal, pihak kepolisian tetap menjalankan langkah-langkah prosedural yang berlaku, seperti melakukan olah Tindakan Kejadian Pertama (TKP) dan pemeriksaan terhadap saksi-saksi untuk mengungkap secara jelas penyebab kematian yang sebenarnya. Kasus yang sempat menjadi perbincangan hangat di masyarakat kini telah mendapatkan titik terang.

Gun.Jpr

×
Berita Terbaru Update