![]() |
| Korban Curigai Ada Kolusi Petugas, Informasi CCTV Rancu dan Pengusutan Dipersulit |
SAMPANG, Liputan12com – Kasus pencurian terjadi di Ruang VVIP Pendopo Kabupaten Sampang saat berlangsungnya acara Gebyar Pendidikan yang digelar oleh Cendekiawan Muda Sampang (CMS) pada Minggu (17/05/2026). Korban kehilangan uang jutaan rupiah yang disimpan di dalam tas pribadi saat sedang menjalankan tugas sebagai panitia acara.
Kejadian bermula ketika korban berinisial N, yang merupakan salah satu panitia acara, menyimpan tas miliknya di ruang khusus peringgitan yang berada di dalam Ruang VVIP Pendopo. Pada saat itu, acara berlangsung meriah dan seluruh panitia sibuk menjalankan tugas masing-masing, sehingga tidak ada pihak yang secara khusus menjaga barang-barang pribadi para panitia.
"Kondisi acara yang ramai membuat kami semua fokus pada pelaksanaan acara. Saya sangat yakin bahwa pelaku pencurian bukan orang luar, tamu undangan, atau peserta acara, karena ruang tersebut merupakan ruang khusus yang hanya bisa dimasuki oleh pihak pendopo dan panitia saja. Saat itu semua panitia sedang sibuk dengan tugas masing-masing," ujar korban.
Korban juga menyampaikan kecurigaan bahwa ada pihak dari lingkungan Pendopo yang terlibat dalam kejadian tersebut. "Pasti ada pihak Pendopo yang berkongkalikong dengan kejadian ini. Ketika saya menanyakan kondisi lokasi dan CCTV, jawaban petugas satu dengan lainnya tidak sama dan sangat mencurigakan, seakan-akan mereka saling melindungi," tambahnya.
Setelah acara selesai dan korban pulang ke rumah, baru kemudian menyadari bahwa uang yang disimpan di dalam tas telah hilang. Korban kemudian menduga uang tersebut diambil oleh orang yang tidak dikenal saat acara berlangsung. Namun, proses pengusutan yang dilakukan korban justru mendapatkan berbagai hambatan dari petugas Pendopo.
"Saat saya datang ke lokasi untuk mengusut kejadian, salah satu petugas mengatakan bahwa CCTV di ruang khusus tersebut tidak berfungsi. Namun petugas lain mengatakan CCTV berfungsi tapi pihaknya tidak punya akses untuk melihat rekamannya. Dari sini saja sudah terasa sangat mencurigakan," ucap korban.
Revelino Dias Steny, Kabag Umum selaku Penanggung Jawab Pendopo Bupati Sampang, ketika dimintai keterangan mengatakan bahwa pihaknya belum bisa langsung menangani kasus ini karena sedang berada di Jakarta selama satu minggu. Ia juga menyarankan korban untuk menghubungi Dinas Perhubungan karena dikatakan ada petugas yang bisa mengakses rekaman CCTV meskipun tidak terkoneksi secara langsung.
Kejadian ini menjadi sorotan karena lokasi penyimpanan barang berada di ruang yang seharusnya aman dan memiliki akses terbatas. Korban berharap pelaku segera dapat ditemukan dan kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.
"Saya sangat kecewa karena kejadian pencurian bisa terjadi di lingkungan pemerintahan yang seharusnya menjadi tempat aman bagi masyarakat. Bahkan dalam proses pengusutan, saya merasa sangat dipersulit, seakan-akan petugas Pendopo tidak mau peduli atau bahkan saling melindungi pelaku. Sikap Kabag Umum yang tidak tegas dalam menanggapi kasus ini juga semakin memperkuat kecurigaan saya," pungkas korban.
Masyarakat juga diimbau untuk tetap berhati-hati dan tidak meninggalkan barang berharga tanpa pengawasan meskipun berada di tempat yang dianggap aman.
Penulis : Sal
