![]() |
| Polda Jabar Bangun Ekosistem Pertanian Terintegrasi, 528 Petani Dapat KUR Rp23,7 Juta |
INDRAMAYU, Liputan12.com – Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Rudi Setiawan menegaskan pentingnya membangun ekosistem pertanian yang sehat dan berkeadilan untuk meningkatkan kesejahteraan petani jagung di Jawa Barat. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 di kawasan PT Uniteda Arkato, Desa Mekarwaru, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu pada hari Sabtu (16/05/2026).
Menurut Kapolda Jabar, salah satu tantangan utama yang masih dihadapi petani saat ini adalah panjangnya rantai distribusi hasil pertanian yang menyebabkan nilai ekonomi di tingkat petani belum optimal. "Salah satu tantangan yang akan kita hadapi adalah rantai distribusi yang masih terlalu panjang. Ke depan kita harus mendorong dan memutus rantai tengkulak," kata Irjen Pol Rudi Setiawan.
Ia menjelaskan bahwa Polda Jabar saat ini tidak hanya fokus pada proses penanaman, tetapi juga membangun sistem pendampingan menyeluruh mulai dari pembiayaan, pengelolaan, hingga penyerapan hasil panen. "Dengan ekosistem tertutup yang lebih adil dan terintegrasi, petani tidak hanya dibantu saat tanam, tetapi juga didampingi sampai hasil panen terserap," ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Polda Jabar bekerja sama dengan BRI dan Primkopol Polri menyerahkan bantuan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada petani binaan. Kapolda Jabar menyebutkan bahwa dari total 1.186 petani yang diajukan untuk menerima pembiayaan, sebanyak 528 petani telah memperoleh akses KUR dengan nilai mencapai Rp23,7 juta.
Selain itu, sekitar 100 petani juga mendapatkan bantuan sarana produksi pertanian dari Primkopol Polri berupa alat mesin pertanian, pupuk, dan kebutuhan lainnya. "Akses pembiayaan yang baik dan pendampingan yang konsisten akan melahirkan ekosistem pertanian modern yang memberikan kesejahteraan kepada petani," tuturnya.
Program ketahanan pangan yang dijalankan Polda Jabar telah mencakup pengelolaan lahan jagung seluas 12.000 hektare bekerja sama dengan Perhutani dan sejumlah pihak terkait. Dari 1.400 hektare lahan yang dikelola oleh kelompok tani binaan, produksi jagung telah mencapai 5.560 ton yang sudah terserap dan disalurkan kembali ke masyarakat, sementara sekitar 7.000 ton lainnya masih dalam tahap penyimpanan.
Kapolda Jabar juga mengungkapkan bahwa gudang Bulog di wilayah Subang dan Indramayu telah terisi penuh hingga 100 persen. Bahkan, Polda Jabar telah mendirikan dua gudang tambahan untuk mendukung distribusi dan penyimpanan hasil panen guna memastikan kelancaran pasokan pangan.
Kegiatan panen raya tersebut turut dihadiri oleh unsur Forkopimda, pejabat pemerintah provinsi dan kabupaten, Bulog, Perhutani, BRI, serta sekitar 50 kelompok tani dari berbagai wilayah di Jawa Barat.
Penulis : Bung Arya
