![]() |
| Polsek Goes to School Dorong Lingkungan Pendidikan Aman Bebas Kekerasan |
KENDAL, Liputan12com – Dalam upaya mengantisipasi dan mencegah secara dini perilaku kekerasan serta perundungan (bullying) di lingkungan sekolah, Polsek Weleri menggelar kegiatan pembinaan dan penyuluhan kepada ratusan peserta didik di SD Negeri 1 Penyangkringan, Kecamatan Weleri, pada pagi hari Senin (25/05/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai dilaksanakan di kompleks SDN 1 Penyangkringan yang berlokasi di Jalan Tamtama Nomor 26, Penyangkringan. Hadir sebagai pemateri utama adalah Kanit Binmas Polsek Weleri Aiptu Sarono Teguh, S.H., yang didampingi oleh Bhabinkamtibmas Desa Penyangkringan Aiptu Ahmad Nasirin.
Acara yang penuh makna ini dihadiri langsung oleh Kepala Sekolah SDN 1 Penyangkringan, Ibu Parjilah, S.Pd., beserta jajaran guru serta seluruh siswa-siswi sekolah setempat yang dengan antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan.
Dalam sambutannya, Ibu Parjilah menyampaikan rasa hormat dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak Polsek Weleri yang telah meluangkan waktu untuk memberikan sosialisasi berharga ini kepada para peserta didik.
"Kegiatan penyuluhan anti-bullying ini kami pandang sangat penting sebagai upaya memberikan pemahaman mendalam kepada anak-anak mengenai pentingnya perilaku saling menghargai antar sesama. Ini adalah langkah strategis dalam pencegahan dini terhadap perilaku kekerasan maupun perundungan di lingkungan sekolah, sekaligus menjadi dasar untuk menumbuhkan karakter positif pada diri setiap anak," ujar Ibu Parjilah dengan penuh semangat.
Pada sesi materi utama, Aiptu Sarono Teguh, S.H., memaparkan penjelasan komprehensif mengenai berbagai aspek terkait bahaya perundungan. Dalam paparannya, ia mendefinisikan perundungan atau bullying sebagai perilaku yang tidak menyenangkan, baik secara verbal, fisik, maupun sosial – baik di dunia nyata maupun dunia maya – yang menyebabkan seseorang merasa tidak nyaman, sakit hati, dan tertekan, baik dilakukan oleh individu maupun kelompok.
Lebih lanjut, pemateri menjelaskan dasar hukum terkait perlindungan anak yang tertuang dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Para peserta didik diberikan pemahaman yang jelas mengenai jenis-jenis perundungan, lokasi yang berpotensi menjadi tempat terjadinya perundungan, faktor-faktor penyebab, hingga peran setiap subjek dalam tindakan tersebut. Tidak hanya itu, juga diuraikan secara rinci dampak atau akibat buruk dari bullying serta berbagai upaya pencegahan yang dapat dilakukan secara nyata di lingkungan sekolah.
Melalui materi yang disampaikan, pihak Kepolisian juga mengajak para peserta didik untuk lebih mempertebal rasa empati sehingga tidak tergerak untuk melakukan tindakan perundungan kepada teman sebaya. Para pelajar juga dimotivasi untuk fokus pada aktivitas belajar demi meraih masa depan yang gemilang. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai moral yang baik dapat tertanam kuat pada diri setiap siswa, sekaligus meningkatkan kedisiplinan, semangat belajar, kepatuhan, serta ketaatan terhadap tata tertib baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan tempat tinggal masing-masing.
Kapolsek Weleri AKP Yulianto, S.H., M.H., menegaskan bahwa program Polsek Goes to School ini merupakan bentuk komitmen yang tak tergoyahkan dari Polri dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
"Kami bertekad untuk memastikan bahwa sekolah menjadi tempat yang aman dan kondusif bagi anak-anak untuk menuntut ilmu dan mengembangkan diri. Edukasi mengenai anti-bullying sejak dini seperti ini sangat krusial agar anak-anak paham bahwa perundungan, sekecil apa pun bentuknya, tidak boleh pernah ditoleransi karena memiliki konsekuensi hukum yang jelas serta dampak psikologis yang berat bagi korban. Kami berharap sinergi yang erat antara Polri, pihak sekolah, dan orang tua siswa dapat terus diperkuat guna menjaga masa depan yang cerah bagi generasi penerus bangsa," tegas AKP Yulianto dengan penuh tekad.
Kegiatan penyuluhan berjalan dengan sangat tertib, aman, dan penuh interaksi. Para siswa tampak sangat antusias mengikuti setiap paparan materi hingga acara selesai, menunjukkan bahwa pesan penting tentang bahaya perundungan telah berhasil menyentuh hati dan pikiran mereka.
Penulis : Siti Nurjanah




