JAKARTA – liputan12.com – Pemerintah Iran resmi mengembalikan status Selat Hormuz ke kondisi "terbatas akses" setelah sebelumnya menjadi jalur pelayaran bebas bagi perdagangan internasional. Keputusan ini diambil sebagai tanggapan terhadap kebijakan blokade angkatan laut Amerika Serikat (AS) yang tetap diterapkan pada pelabuhan-pelabuhan Iran, meskipun telah berlangsung selama beberapa waktu.
Selat Hormuz, yang menjadi jalur strategis bagi sekitar seperlima perdagangan minyak dunia, kembali diatur aksesnya oleh pihak berwenang Iran. Komando Angkatan Laut Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan bahwa status Selat Hormuz telah kembali ke kondisi sebelumnya sebelum ada kesepakatan internasional terkait pelayaran bebas.
"Selama kapal-kapal yang berangkat atau menuju pelabuhan Iran masih menghadapi ancaman dan hambatan dari pihak lain, maka status operasional Selat Hormuz akan tetap seperti saat ini," demikian pernyataan resmi yang diterbitkan melalui platform resmi IRGC dan kemudian disebarkan oleh berbagai media Iran, seperti yang dikutip dari laporan Aljazeera pada Sabtu (18/04/2026).
Pihak berwenang Iran juga memberikan peringatan yang tegas terkait setiap tindakan yang dianggap sebagai pelanggaran kesepakatan atau ancaman terhadap kepentingan negara mereka. "Setiap bentuk pelanggaran atau pelanggaran komitmen yang dilakukan oleh Amerika Serikat akan mendapatkan tanggapan yang sesuai dengan tingkat keparahan tindakan tersebut," tambah bagian pernyataan resmi mereka.
Di sisi lain, Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh, memberikan tanggapan langsung terkait pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyatakan bahwa negara-nya siap melakukan serangan udara terhadap Iran jika tidak ada kesepakatan yang tercapai dalam waktu pekan depan. Pernyataan ini disampaikan saat Khatibzadeh berada di acara Forum Diplomatik Antalya yang berlangsung di Turki.
Menurut Khatibzadeh, sikap dan pernyataan Trump menunjukkan bahwa ia "terlalu banyak bicara" dan tidak konsisten dalam mengambil sikap. "Beliau menyampaikan berbagai hal yang saling bertentangan bahkan dalam satu kalimat pernyataan yang sama," ujar pejabat tinggi kemaritiman Iran itu. "Saya benar-benar tidak dapat memahami dengan jelas apa yang sebenarnya ingin dicapai atau diungkapkan melalui ucapan beliau tersebut," tambahnya.
Meskipun demikian, Khatibzadeh menegaskan bahwa pemerintah Iran tetap mempercayai bahwa penyelesaian masalah melalui jalur damai adalah pilihan terbaik yang dapat memberikan manfaat bagi semua pihak. Namun, ia juga menekankan bahwa negaranya siap dengan segala cara untuk membela diri jika menghadapi serangan dari pihak mana pun.
"Kami selalu berusaha menghindari konflik, namun jika kami harus menghadapi serangan, maka kami akan berjuang dengan sepenuh hati hingga dengan prajurit terakhir yang masih mampu berdiri untuk negara kita," tegasnya dengan nada yang kuat.
Penulis : Redaksi
