- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Prabowo Tinjau TPST Banyumas, Dorong Pengelolaan Sampah Modern Berbasis Ekonomi Sirkular

Selasa, 28 April 2026 | 4/28/2026 11:43:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-28T16:43:50Z
Presiden Prabowo Subianto tinjau TPST Banyumas untuk dorong pengelolaan sampah modern berbasis ekonomi sirkular. TPST jadi model pengolahan sampah berwawasan lingkungan yang ubah sampah jadi produk ekonomis dan buka lapangan kerja. Fasilitas tangani 50 ton sampah/hari dari 32 kecamatan. Sampah diolah jadi kompos, biogas, genteng ramah lingkungan, hingga tas daur ulang yang sudah masuk pasar lokal. Lebih dari 50 kelompok masyarakat terlibat pilah sampah dengan insentif ekonomi. Presiden apresiasi kolaborasi pemda, swasta, dan riset. Kunjungan ditutup MoU pengembangan teknologi sampah dan penyerahan produk olahan sampah.

BANYUMAS, liputan12.com – Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja untuk meninjau langsung Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Kabupaten Banyumas pada Rabu (28/04/2026). Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat dalam mendorong transformasi pengelolaan sampah berbasis teknologi modern dan prinsip ekonomi sirkular yang berkelanjutan.

Dalam kunjungan tersebut, Presiden menyaksikan langsung proses pengelolaan sampah mulai dari tahap penerimaan, pemilahan, hingga pengolahan menjadi produk bernilai ekonomis. TPST Banyumas yang telah beroperasi sejak tahun 2024 ini dirancang sebagai model pengelolaan sampah berwawasan lingkungan dan edukasi masyarakat.

"Pengelolaan sampah tidak hanya soal membersihkan lingkungan, tetapi juga tentang menciptakan nilai tambah ekonomi dan kesempatan kerja bagi masyarakat lokal," ujar Presiden saat memberikan arahan kepada jajaran pemerintah daerah dan pengelola TPST Banyumas.

TPST Banyumas yang terletak di Desa Karangjati, Kecamatan Purwokerto Selatan, merupakan salah satu contoh pengelolaan sampah skala daerah yang mengedepankan prinsip ekonomi sirkular. Fasilitas ini dilengkapi dengan peralatan canggih untuk pemilahan otomatis dan manual, serta unit pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos dan energi biogas.

Dalam peninjauan langsung, Presiden melihat proses pemilahan sampah yang memisahkan jenis-jenis sampah seperti kertas, plastik, logam, dan organik. Ia juga menyaksikan bagaimana sampah plastik diolah menjadi bahan baku kerajinan tangan dan konstruksi, sementara sampah organik diubah menjadi pupuk dan energi listrik yang digunakan untuk kebutuhan operasional fasilitas.

"Model ini patut menjadi contoh bagi daerah lain. Kita harus mengubah paradigma dari pengelolaan sampah sebagai masalah menjadi peluang ekonomi dan pelestarian lingkungan," tegas Presiden.

Selain itu, Presiden juga menyoroti inovasi pemanfaatan hasil olahan sampah, antara lain produksi genteng ramah lingkungan dari campuran sampah plastik dan pasir, serta tas eksklusif berbahan dasar kain dari sampah tekstil yang telah didaur ulang. Produk-produk ini bahkan telah memasuki pasar lokal dan berpotensi diekspor.

Pemerintah Kabupaten Banyumas melalui Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Dr. Ir. Sudarmono, M.Si., menjelaskan bahwa TPST ini mampu menangani hingga 50 ton sampah per hari dari 32 kecamatan di wilayah Kabupaten Banyumas. Selain itu, telah terbentuk lebih dari 50 kelompok masyarakat yang terlibat dalam pemilahan sampah di tingkat rumah tangga dan desa, yang juga mendapatkan insentif ekonomi dari hasil penjualan sampah yang dapat didaur ulang.

"Kami juga mengembangkan program edukasi lingkungan melalui pusat informasi dan edukasi yang ada di kompleks TPST, yang sering dikunjungi oleh siswa sekolah dan mahasiswa untuk belajar tentang pengelolaan sampah berkelanjutan," tambahnya.

Presiden juga mengapresiasi kerja sama antara pemerintah daerah dengan pihak swasta dan lembaga riset dalam mengembangkan teknologi pengolahan sampah yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan masyarakat dalam mewujudkan kota dan desa yang bersih, sehat, dan mandiri secara ekonomi.

"Melalui pendekatan ekonomi sirkular, kita tidak hanya menyelesaikan masalah sampah tetapi juga membangun fondasi ekonomi lokal yang lebih tangguh dan berkelanjutan," pungkas Presiden saat memberikan arahan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pengelolaan sampah di Banyumas.

Acara ditutup dengan penandatanganan nota kesepahaman antara pemerintah daerah, perguruan tinggi lokal, dan badan usaha untuk pengembangan lebih lanjut teknologi pengolahan sampah serta penyerahan produk hasil olahan sampah sebagai cinderamata kepada rombongan.


Editor : Redaksi 

×
Berita Terbaru Update