- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Pakai Chat Fiktif dan Catut Kepala BKPSDM, Begini Modus Tersangka SK Palsu di Gresik

Rabu, 29 April 2026 | 4/29/2026 02:36:00 AM WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-28T19:46:16Z
Mantan ASN Antoni (46) di Gresik tipu 14 korban dengan SK palsu dan chat WhatsApp fiktif catut nama Kepala BKPSDM. Total kerugian Rp1,5 miliar dengan tarif Rp70 juta–Rp350 juta per orang untuk janji jadi ASN jalur cepat. Tersangka pakai dua HP buat percakapan palsu dan palsukan semua dokumen pakai laptop. Kasus terbongkar setelah korban SE ke Prokopim Setda bawa SK palsu.  Kapolres Gresik imbau warga waspada penawaran rekrutmen ASN berbayar. Rekrutmen ASN selalu terbuka dan transparan.

GRESIK, liputan12.com – Seorang mantan pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) bernama Antoni (46) warga Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, melakukan penipuan dengan memanfaatkan kepercayaan masyarakat terhadap proses rekrutmen ASN. Tersangka menggunakan modus membuat surat keputusan (SK) palsu dan menunjukkan tangkapan layar percakapan (chat) fiktif yang diduga berasal dari pejabat Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Gresik untuk meyakinkan korban bahwa proses rekrutmen mereka mendapat jalur khusus dari atasan.

Tak hanya memalsukan dokumen fisik seperti SK dan surat legalisir, tersangka juga mengelabui para korban dengan membuat ilusi komunikasi dengan pihak BKPSDM. Ia menggunakan dua handphone yang dioperasikan sendiri untuk membuat percakapan yang seolah-olah terjadi antara dirinya dengan pejabat tinggi BKPSDM.

"Yang terjadi adalah tersangka membuat dua handphone yang seolah-olah saling berkoordinasi dengan pihak BKPSDM. Jadi seolah-olah ada balasan WhatsApp dari pihak BKPSDM, padahal semua itu dibuat oleh dirinya sendiri," jelas Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution dalam konferensi pers di Mapolres Gresik pada Selasa (28/4/2026).

Dari penyelidikan yang dilakukan, telah teridentifikasi sebanyak 14 korban yang mengalami kerugian dengan total nilai mencapai Rp1,5 miliar. Tersangka menawarkan janji untuk menjadikan korban sebagai pegawai ASN Pemkab Gresik melalui jalur "cepat" dengan mematok tarif yang bervariasi antara Rp70 juta sampai Rp350 juta per orang.

Setelah berhasil mendapatkan kepercayaan dari salah satu korban, tersangka meneruskan chat fiktif tersebut kepada korban lainnya untuk memperkuat kesan bahwa proses rekrutmennya sah dan mendapat dukungan dari pihak berwenang. "Tersangka menggunakan rekaman chat yang sama untuk menunjukkan kepada korban lain, sehingga mereka semakin yakin bahwa jalur yang ditawarkan itu benar-benar ada," tambah AKBP Ramadhan.

Selain membuat chat fiktif, tersangka juga membuat seluruh dokumen secara mandiri menggunakan laptop miliknya. Dokumen yang dipalsukan meliputi surat keputusan penugasan, cap resmi, serta tanda tangan pejabat yang dianggap berwenang. "Tanda tangan pada dokumen bukan asli karena dibuat menggunakan barcode. Semua elemen pada surat, mulai dari tulisan, kertas, hingga cap legalisir semuanya adalah hasil pemalsuan," jelas Kapolres.

Kasus ini pertama kali terungkap setelah seorang perempuan berinisial SE datang ke kantor Prokopim Setda Gresik mengenakan seragam ASN dan membawa SK penugasan sebagai staf humas. Saat dilakukan verifikasi oleh pihak BKPSDM Gresik, dokumen tersebut dinyatakan tidak sah dan merupakan hasil pemalsuan.

Temuan ini kemudian memicu penyelidikan lebih dalam yang mengungkapkan bahwa SE bukan satu-satunya korban. BKPSDM Gresik menerima sedikitnya sembilan laporan serupa dari masyarakat yang mengaku tertipu dengan skema yang sama, yakni janji diangkat sebagai ASN melalui jalur tidak resmi dengan membayarkan sejumlah uang tertentu.

"Kami mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati terhadap penawaran rekrutmen ASN yang mengklaim ada jalur khusus atau cepat dengan meminta pembayaran uang. Proses rekrutmen ASN selalu dilakukan secara terbuka, transparan, dan melalui mekanisme yang telah ditetapkan sesuai peraturan," pungkas AKBP Ramadhan Nasution saat mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh dengan janji-janji yang tidak jelas asalnya.


Penulis : Redaksi

×
Berita Terbaru Update