KUNINGAN, Liputan12.com – Dalam upaya mendukung program pembinaan kemandirian sekaligus memperkuat ketahanan pangan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kuningan melaksanakan kegiatan penanaman benih ikan bawal di kolam Lahan Sistem Akuakultur Ekstensif (SAE), Rabu (15/04).
Kegiatan yang dimulai tepat pukul 08.15 WIB tersebut dihadiri oleh Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan Sukarno Ali, jajaran pejabat struktural, staf lapas, peserta program magang dari institusi pendidikan terkait, serta sejumlah warga binaan yang dilibatkan secara aktif dalam setiap tahapan proses kegiatan.
Sebanyak 2.000 ekor benih ikan bawal ditebar secara teratur ke dalam dua kolam yang telah disiapkan dengan baik di area Lahan SAE. Kegiatan ini merupakan bagian integral dari program pembinaan kemandirian warga binaan di sektor perikanan, yang dirancang tidak hanya untuk memberikan pembelajaran teori, tetapi juga pengalaman praktik langsung di lapangan agar mereka mendapatkan keterampilan yang bermanfaat.
Dalam pelaksanaannya, warga binaan diberikan kesempatan untuk terlibat penuh mulai dari persiapan kolam, penanganan benih ikan, proses penebaran hingga melakukan monitoring awal kondisi kolam dan kelangsungan hidup benih. Hal ini menjadi sarana pembelajaran yang efektif untuk mengembangkan keterampilan budidaya perikanan, yang diharapkan dapat menjadi bekal positif bagi mereka setelah kembali berintegrasi dengan masyarakat.
Selain sebagai media pembinaan dan pemberdayaan warga binaan, kegiatan ini juga menjadi langkah nyata dalam mendukung program akselerasi Kementerian Hukum dan HAM Bidang Imigrasi dan Pemasyarakatan di bidang ketahanan pangan. Dengan pengelolaan yang terencana dan baik, hasil budidaya ikan bawal diharapkan tidak hanya mampu memenuhi sebagian kebutuhan pangan di lingkungan lapas, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi melalui pemasaran hasil panen yang berkelanjutan.
Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan, Sukarno Ali, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen lembaga dalam menghadirkan program pembinaan yang produktif dan memberikan dampak positif jangka panjang. “Melalui kegiatan ini, kami berharap warga binaan tidak hanya memperoleh keterampilan praktis yang bisa mereka gunakan kelak, tetapi juga membangun semangat untuk hidup mandiri dan produktif setelah menyelesaikan masa pembinaan,” ujarnya.
Ke depan, proses perawatan dan pengawasan terhadap kondisi kolam serta pertumbuhan benih ikan akan terus dilakukan secara teratur oleh tim yang terdiri dari petugas lapas dan warga binaan yang telah mendapatkan pelatihan khusus. Evaluasi berkala juga akan dilaksanakan secara rutin guna memastikan bahwa proses budidaya berjalan dengan optimal dan mampu memberikan manfaat yang maksimal bagi semua pihak.
Melalui program budidaya ikan ini, Lapas Kuningan terus menunjukkan komitmennya untuk menciptakan program pembinaan yang berdampak nyata, sekaligus berkontribusi aktif dalam mendukung upaya nasional terkait ketahanan pangan dan pemberdayaan warga binaan secara berkelanjutan.
Penulis : Bung Arya
