- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Dari Nol ke Pengusaha, Alumni Rohmaniyyah Kupas Rahasia Kesuksesan Lewat Halalbihalal Inspiratif

Senin, 06 April 2026 | 4/06/2026 03:09:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-06T08:09:57Z
Alumni Rohmaniyyah berbagi rahasia sukses: forward thinking dan action oriented 🚀. Sodiqin, pengusaha logistik, tekankan pentingnya berpikir ke depan dan bertindak nyata. "Kalau hanya berpikir tanpa bergerak, kita tidak akan ke mana-mana" 🌟.

DEMAK, Liputan12.com – Suasana hangat dan penuh semangat mengiringi kegiatan halalbihalal alumni Madrasah Aliyah (MA) Rohmaniyyah Menur, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, yang digelar di sebuah rumah makan kawasan Genuk, Kota Semarang pada hari Minggu (07/04/2026). Acara yang dihadiri oleh puluhan alumni dari berbagai angkatan tidak hanya menjadi ajang mempererat silaturahmi, tetapi juga berfungsi sebagai wadah berbagi pengalaman sukses dan motivasi bagi sesama alumni yang tengah atau berencana meniti dunia wirausaha.

Dalam kesempatan tersebut, beberapa alumni yang telah berhasil membangun usaha sendiri turut berbagi kisah perjalanan mereka dari awal merintis hingga mencapai kesuksesan. Salah satu yang menjadi sorotan adalah Sodiqin, pengusaha muda yang kini telah mengembangkan usaha di bidang transportasi logistik dengan skala cukup besar. Ia memaparkan dua kunci utama yang menjadi landasan kesuksesannya, yaitu pola pikir forward thinking (berpikir ke depan) dan sikap action oriented (berorientasi pada tindakan).

"Kemampuan untuk berpikir ke depan adalah fondasi yang sangat penting bagi setiap orang yang ingin berkembang. Saya selalu ingat bahwa kehidupan hanya 10 persen ditentukan oleh apa yang terjadi padamu, sedangkan 90 persen lainnya bergantung pada bagaimana kamu menyikapinya," ujar Sodiqin saat berbagi pengalaman.

Ia mencontohkan bagaimana seorang tokoh pengembang ternama mampu mengubah kawasan yang dulunya dianggap tidak memiliki nilai menjadi kawasan dengan nilai ekonomi tinggi hanya karena memiliki pandangan jauh ke depan. "Orang sukses tidak melihat apa yang ada saat ini, melainkan apa yang bisa diraih di masa depan. Mereka mampu melihat peluang di balik setiap keterbatasan yang ada," tegasnya.

Namun, menurut Sodiqin, hanya berpikir saja tidak cukup untuk mencapai tujuan. Kunci kedua yang tidak kalah penting adalah mengambil tindakan nyata. Ia mengaku bahwa pada awal merintis usaha, ia tidak memiliki banyak sumber daya, baik dari segi finansial maupun relasi bisnis. Namun, hal tersebut tidak membuatnya menyerah.

"Saya memilih untuk terus bergerak, keluar dari zona nyaman, mencari setiap peluang yang ada, dan belajar dari setiap pengalaman – baik kesuksesan maupun kegagalan. Kalau hanya berpikir tanpa bergerak, kita tidak akan ke mana-mana. Dengan bertindak, kita tidak hanya membuka peluang baru, tetapi juga memperluas jaringan dan wawasan kita," jelasnya.

Ia juga mengutip filosofi dari seorang pengusaha legendaris yang menyampaikan bahwa untuk meraih kesuksesan, "otak harus di dengkul". Menurut Sodiqin, filosofi tersebut memiliki makna mendalam, yaitu dorongan untuk terus bergerak dan tidak hanya terpaku pada tahap perencanaan semata.

Perjalanan Sodiqin dalam dunia usaha memang tak mudah. Ia memulai dari kondisi nol modal dan tanpa jaringan bisnis yang memadai. Namun, dengan tekad yang kuat dan kerja keras yang konsisten, ia berhasil membangun usaha yang mulai dari suplai bahan baku pupuk, kemudian berkembang ke jasa transportasi logistik, hingga akhirnya menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan besar di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya.

Sementara itu, alumni lain yang juga berbagi pengalaman adalah Supriyadi, yang kini telah sukses mengembangkan usaha makanan ringan dengan produk unggulan yang dikenal luas di pasaran lokal. Ia menceritakan bagaimana perjalanan merintis usaha yang penuh dengan jatuh bangun, namun semangatnya untuk sukses tidak pernah pudar.

"Saat awal memulai, saya bekerja dengan segala keterbatasan – mulai dari tempat usaha yang sederhana, peralatan yang tidak lengkap, hingga modal yang sangat terbatas. Namun, saya selalu melihat setiap tantangan sebagai batu loncatan untuk mencapai kesuksesan," ujar Supriyadi.

Ia menekankan pentingnya perencanaan yang matang sebelum memulai usaha. Menurutnya, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan dengan baik, seperti pemilihan lokasi usaha yang strategis, persiapan sarana dan prasarana pendukung, serta menyusun strategi pemasaran yang tepat sasaran. Selain itu, kemampuan untuk mengorganisasi segala sesuatu dan menjalankan rencana secara konsisten juga menjadi faktor penentu keberhasilan.

"Fokus adalah kunci utama. Jangan mudah terpengaruh untuk berpindah-pindah usaha sebelum usaha yang sedang kamu jalankan benar-benar berkembang dan memberikan hasil yang optimal. Kadang kita melihat orang lain sukses di bidang tertentu dan ingin mengikuti langkahnya, padahal setiap orang memiliki kelebihan dan peluang yang berbeda," jelasnya.

Supriyadi juga menambahkan bahwa sebagai seorang pengusaha, kita harus mampu melakukan evaluasi berkala terhadap usaha yang dijalankan serta melakukan pengendalian yang tepat. Hal ini termasuk pemahaman mendalam terhadap kondisi pasar, tren yang berkembang, serta perubahan yang terjadi di lingkungan usaha.

Kegiatan halalbihalal alumni MA Rohmaniyyah Menur kali ini diharapkan tidak hanya mempererat tali persaudaraan antaralumni, tetapi juga mampu menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan alumni, khususnya generasi muda yang tengah merintis karier atau berencana untuk membuka usaha sendiri. Panitia acara juga berencana untuk mengadakan kegiatan serupa secara berkala sebagai wadah bagi alumni untuk terus berbagi ilmu dan pengalaman serta menjalin kerja sama bisnis antaralumni.


Penulis : Tomy 

×
Berita Terbaru Update