![]() |
| Disdik Jatim Cabang Sampang gelar advokasi pemanfaatan dana BOSP. Fokus: tingkatkan mutu pendidikan dan pengelolaan dana efektif. "Dana pendidikan harus dimanfaatkan optimal". |
SAMPANG, Liputan12.com – Kegiatan advokasi pemanfaatan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Program Penguatan Sarana dan Prasarana (PPS) yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Cabang Sampang berlangsung dengan sukses. Acara yang bertujuan meningkatkan pemahaman terkait pengelolaan dana pendidikan ini diikuti oleh para kepala sekolah, bendahara sekolah, dan pengawas sekolah dari seluruh wilayah Kabupaten Sampang.
Dalam sambutan pembukaannya, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Bapak Supriyadi menyampaikan bahwa pengelolaan dana pendidikan yang baik merupakan kunci utama dalam meningkatkan mutu pendidikan di tingkat satuan pendidikan.
“Kita menyadari bahwa dana yang diperoleh dari pemerintah pusat merupakan aset penting yang harus dimanfaatkan secara optimal. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa setiap satuan pendidikan mampu mengelola dana dengan efektif, efisien, dan sesuai dengan peraturan yang berlaku,” ujarnya.
Acara yang diadakan di Aula Utama Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang ini menghadirkan narasumber dari Direktorat Pembinaan Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Peserta diberikan pemahaman tentang mekanisme pengajuan proposal, penetapan prioritas anggaran, hingga pelaporan keuangan yang transparan dan akuntabel.
Bapak Hadi Susanto, Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, menjelaskan bahwa selama ini pengelolaan dana di satuan pendidikan telah dilakukan dengan memperhatikan prinsip-prinsip manajemen keuangan pendidikan yang baik.
“Kami telah melakukan pemantauan berkala terhadap penggunaan dana di setiap sekolah, mulai dari pembelian buku pelajaran, perbaikan infrastruktur, hingga pengembangan kurikulum. Semua proses ini dilakukan dengan memperhatikan akuntabilitas dan transparansi untuk menjaga kepercayaan masyarakat dan pemerintah,” jelasnya.
Para peserta yang terdiri dari kepala sekolah negeri dan swasta juga mendapatkan pemahaman tentang pentingnya alokasi dana pada bidang-bidang prioritas, seperti pengadaan buku pelajaran, perbaikan kelas, serta pelatihan bagi guru untuk meningkatkan kompetensi pedagogik dan profesionalisme.
“Kita harus memastikan bahwa dana yang diterima digunakan untuk hal-hal yang memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pembelajaran dan kesejahteraan siswa,” ujar salah satu kepala sekolah negeri yang hadir.
Selain itu, kegiatan ini juga memberikan pemahaman tentang mekanisme pemantauan dan evaluasi yang dilakukan secara berkala oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur untuk memastikan bahwa penggunaan dana sesuai dengan perencanaan dan memberikan manfaat maksimal bagi satuan pendidikan.
“Evaluasi berkala menjadi bagian penting untuk mengidentifikasi keberhasilan program dan perbaikan yang perlu dilakukan di masa mendatang. Dengan demikian, kita dapat menjamin bahwa setiap rupiah yang dialokasikan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan di Jawa Timur,” tambah Bapak Supriyadi dari tim evaluasi.
Kegiatan advokasi ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi seluruh satuan pendidikan untuk terus meningkatkan kapasitas dalam mengelola keuangan pendidikan, sehingga mutu pendidikan di Provinsi Jawa Timur dapat terus meningkat dan bersaing di tingkat nasional.
Penulis : Redaksi
