TANJUNG BATU, liputan12.com – Pada hari Jumat, tanggal 24 April 2026, tim gabungan yang terdiri dari jajaran Koramil 402-06/Tanjung Batu dan Pemerintah Kecamatan Tanjung Batu melaksanakan kegiatan monitoring dan pengecekan langsung ke lokasi Dapur MBG (Makan Bergizi Gratis) yang berada berdampingan dengan Kantor Camat Tanjung Batu.
Kegiatan ini dilakukan menindaklanjuti sorotan masyarakat terkait masalah pembuangan air limbah bekas kegiatan dapur yang dinilai mengganggu lingkungan.
Dalam kesempatan tersebut, Danramil Tanjung Batu diwakili oleh Batituud, Pelda Tri Kurniawan Syah Putra, sedangkan Camat Tanjung Batu diwakili oleh Sekcam, Bapak Yudi Kurniawan, S.Sos.
Ditekankan Agar Limbah Bersih dan Tidak Berbau
Dalam pemantauan yang dilakukan, pihak aparat dan pemerintah kecamatan menekankan pentingnya penanganan limbah yang benar dan tepat.
"Kami menekankan agar pembuangan limbah tersebut nantinya benar-benar sudah bersih dan tidak berbau, sehingga tidak mencemarkan lingkungan sekitar serta tidak mengganggu kenyamanan masyarakat," tegas Pelda Tri Kurniawan.
Selain itu, diharapkan sistem penampungan limbah yang ada dapat disesuaikan dengan standar teknis dan aturan yang berlaku.
IPAL Sedang Dipesan dari Jakarta
Menanggapi hal tersebut, perwakilan pengelola SPPG, Bapak Raga, memberikan penjelasan terkait kesiapan sarana pengolahan.
Dijelaskan bahwa saat ini pihak pengelola sedang memproses pengadaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang dipesan langsung dari Jakarta. Namun, pengiriman dan pemasangan alat tersebut diketahui masih memakan waktu.
"Untuk alat IPAL sedang dipesankan langsung dari Jakarta, kemungkinan memakan waktu," ungkap Bapak Raga.
Solusi Sementara: Disedot Tanki
Sambil menunggu kedatangan dan pemasangan IPAL tersebut, pihak pengelola telah melakukan upaya penanganan sementara agar tidak mencemari lingkungan.
"Untuk mencegah pencemaran limbah, dari pihak SPPG limbah sementara disedot menggunakan mobil tangki, dan dilakukan perbaikan tempat penampungan limbahnya selagi menunggu alat IPALnya datang," tambahnya.
Pihak Kecamatan melalui Sekcam Yudi Kurniawan mengharapkan langkah sementara ini dapat berjalan maksimal dan kedepannya masalah limbah ini tidak lagi menjadi permasalahan atau mengganggu masyarakat.