- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

BPBD Payakumbuh Gelar Sosialisasi Mitigasi Bencana dan Simulasi Evakuasi Bagi Guru dan Siswa SLB

Kamis, 09 April 2026 | 4/09/2026 11:40:00 AM WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-09T04:40:46Z
BPBD Kota Payakumbuh gelar sosialisasi mitigasi bencana dan simulasi evakuasi di SLB Payakumbuh 🚨. Fokus: tingkatkan kesiapsiagaan siswa dan guru disabilitas. "Edukasi dan simulasi kunci keselamatan".

PAYAKUMBUH, Liputan12.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Payakumbuh menggelar sosialisasi mitigasi bencana dan simulasi evakuasi bagi guru dan siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) B Aua Kuning, Kecamatan Payakumbuh Selatan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan bencana bagi kelompok rentan.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta tentang mitigasi bencana yang inklusif. Tujuannya adalah untuk mengurangi risiko bencana secara adil dan setara bagi semua masyarakat, termasuk kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, lansia, anak-anak, dan perempuan sebagai subjek aktif. Fokusnya adalah memastikan semua orang bisa mendapatkan informasi, akses fasilitas evakuasi, dan terlibat dalam perencanaan tanpa terkecuali.

"Kegiatan ini sangat penting dan spesifik karena siswa SLB sebagai penyandang disabilitas memiliki keterbatasan fisik, intelektual, mental, dan/atau sensorik yang membutuhkan pendekatan khusus dalam penanggulangan bencana," kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Payakumbuh, Devitra, Rabu (08/04/2026).

Ia mengatakan bahwa penyandang disabilitas sering menghadapi kesulitan berinteraksi dengan lingkungan, terutama saat terjadi keadaan darurat.

"Dalam kondisi bencana, mereka berpotensi mengalami kesulitan untuk merespons dengan cepat. Karena itu, kita hadir untuk memberikan pemahaman sekaligus keterampilan dasar penyelamatan diri," ujarnya.

Devitra menekankan bahwa edukasi mitigasi bencana harus dibarengi dengan praktik langsung agar lebih efektif dan mudah dipahami.

"Kami tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga melakukan simulasi evakuasi agar siswa dan guru terbiasa serta tidak panik saat menghadapi kondisi darurat," katanya.

"Tujuan akhirnya adalah membangun kemandirian dan kesiapsiagaan warga sekolah, sehingga mereka dapat bertindak cepat dan tepat sesuai dengan kemampuan masing-masing," tambahnya.

Kegiatan yang berlangsung pada Senin (06/04/2026) diikuti oleh 50 siswa dan 12 guru, dengan durasi tiga jam mulai pukul 09.00 hingga 12.30 WIB.

Narasumber dari Tim Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kota Payakumbuh, Meri Handayani, mengatakan bahwa materi disusun secara sederhana dan aplikatif agar mudah dipahami peserta.

"Materi yang kami berikan meliputi pengenalan kelompok disabilitas dalam penanggulangan bencana, penanganan kelompok berisiko tinggi, serta penyusunan rencana evakuasi yang ramah disabilitas," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa simulasi mitigasi bencana menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut.

"Kami melatih evakuasi mandiri dan evakuasi internal di lingkungan sekolah, sehingga peserta memiliki gambaran nyata langkah yang harus dilakukan saat bencana terjadi," katanya.

Sementara itu, Kepala SLB B Aua Kuning, Silvia Witvita, menyampaikan apresiasi dan mengatakan program ini sangat sesuai dengan kebutuhan sekolah.

"Kami sangat terkesan karena kegiatan ini tergolong baru bagi warga sekolah kami, namun memberikan manfaat yang besar dalam meningkatkan pemahaman kebencanaan," ujarnya.

Menurut dia, kegiatan ini tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga meningkatkan kesiapan seluruh warga sekolah.

"Siswa menjadi lebih paham, sementara guru juga semakin siap dalam mendampingi dan mengarahkan mereka saat kondisi darurat," katanya.

Ia menambahkan bahwa pihak sekolah berencana menjadikan kegiatan ini sebagai agenda rutin.

"Kami akan mengusulkan agar kegiatan seperti ini dilaksanakan setiap tiga bulan sekali agar kesiapsiagaan tetap terjaga," ujarnya.

Selain itu, sekolah juga akan melakukan tindak lanjut dengan langkah konkret di lingkungan sekolah.

"Kami berencana menyusun jalur evakuasi sesuai standar, mengingat sebagian siswa tinggal di asrama, sehingga aspek keselamatan menjadi prioritas utama," pungkasnya.


Penulis : Aldo

×
Berita Terbaru Update