JEPARA, liputan12.com – Pembangunan Gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Gemulung, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara kembali menjadi sorotan publik setelah masyarakat mengungkapkan kekhawatiran terkait hasil pembangunan yang dinilai tidak sesuai dengan standar yang diharapkan. Beberapa poin yang mencolok menjadi perhatian warga, terutama terkait pemasangan keramik yang dianggap tidak memenuhi prosedur teknis.
Pada Sabtu (25/04/2026), sejumlah petinggi masyarakat beserta perangkat Desa Gemulung melakukan pengecekan langsung ke lokasi pembangunan setelah menerima banyak pengaduan dari warga. Saat berada di lokasi, mereka menemukan beberapa fakta yang menjadi perhatian utama, di antaranya pemasangan keramik yang dilakukan tanpa melalui proses pemadatan tanah urug terlebih dahulu. Keramik langsung dipasang pada tanah yang belum dipadatkan, sehingga menimbulkan kekhawatiran terkait kualitas dan ketahanan struktur bangunan.
Kepala Desa Gemulung, Ahmad Santoso, saat ditemui awak media menyampaikan bahwa pemerintah desa memang telah menerima banyak keluhan dari masyarakat terkait pembangunan gedung tersebut. Namun, ia menjelaskan bahwa pihaknya tidak memiliki kewenangan dalam menentukan spesifikasi teknis pembangunan.
"Kami memang banyak mendapat pengaduan dari masyarakat terkait hasil pembangunan gedung KDMP. Namun, pemerintah desa tidak mengetahui secara detail spesifikasi bangunan yang seharusnya dibuat. Ketika ada keluhan, kami langsung datang ke lokasi untuk memastikan kebenaran informasi yang diterima," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa peran pemerintah desa dalam proyek ini hanya sebatas menyediakan lahan untuk pembangunan. "Kita hanya ditugaskan untuk menyediakan lahan saja, sementara pelaksanaan teknis pembangunan dikelola oleh pihak terkait. Jika ada hal yang dianggap tidak sesuai, kami segera menyampaikannya kepada pekerja yang ada di lokasi," jelasnya.
Menurut Ahmad Santoso, masyarakat awam sering menganggap pemerintah desa sebagai pihak yang melaksanakan pembangunan secara keseluruhan, sehingga setiap keluhan langsung ditujukan ke desa. "Padahal, kami juga perlu koordinasi dengan pihak yang menangani teknis pembangunan untuk memastikan segala sesuatunya sesuai dengan standar," imbuhnya.
Saat melakukan konfirmasi di lokasi, awak media juga mengalami kesulitan untuk mendapatkan informasi mengenai pihak yang bertanggung jawab atas pelaksanaan pembangunan, karena tidak ditemukan papan informasi yang menyebutkan nama kontraktor atau penyedia jasa yang menangani proyek tersebut.
Masyarakat Desa Gemulung kini menunggu tindak lanjut dari para pemangku kebijakan yang berwenang untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pembangunan gedung KDMP. Pasalnya, proyek ini termasuk dalam kategori Proyek Strategis Nasional (PSN), sehingga diharapkan dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat dan memiliki kualitas yang sesuai dengan standar yang ditetapkan.
"Kami berharap pihak yang berwenang dapat segera melakukan pemeriksaan dan mengambil tindakan yang diperlukan agar pembangunan gedung ini benar-benar sesuai dengan spesifikasi dan dapat bermanfaat bagi warga Desa Gemulung," ujar salah satu perwakilan masyarakat.
Gun JPR
