- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tiga Fakta Menegangkan Kematian Teknisi Pembersih Kaca di Surabaya, Sempat Terombang-ambing di Gondola Saat Cuaca Ekstrem

Rabu, 04 Maret 2026 | 3/04/2026 02:15:00 AM WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-03T19:15:53Z

Surabaya, Liputan12.com – Insiden tragis menimpa seorang teknisi pembersih kaca gedung bertingkat di kawasan Surabaya Barat, yang ditemukan meninggal dunia setelah terombang-ambing di udara akibat terpaan angin kencang yang hebat saat bekerja di sebuah gondola di apartemen mewah Ascott Waterplace, Jalan Pakuwon Indah, Kelurahan Lidah Wetan, Kecamatan Lakarsantri, pada Senin (2/3/2026). Kejadian ini menimbulkan suasana duka mendalam dan menjadi pengingat serius tentang risiko tinggi dan pentingnya standar keselamatan kerja di bidang pekerjaan ekstrem ini.

Peristiwa yang sempat terekam dalam sebuah video yang viral di media sosial ini menunjukkan kondisi yang sangat mengerikan dan kontra produktif dari kerja di ketinggian saat cuaca ekstrem melanda Surabaya. Dalam video itu terlihat intensitas angin yang sangat kuat mengguncang gondola yang menggantung di lantai 26, menyebabkan para pekerja di dalamnya berguncang hebat dan mengalami kesulitan mempertahankan posisi.

Kronologi kecelakaan ini bermula sekitar pukul 14.23 WIB saat dua unit gondola digunakan untuk membersihkan kaca gedung. Menurut keterangan dari petugas dari Command Center 112 Surabaya, Ekky Maulana, awalnya kedua gondola beroperasi normal, dan satu di antaranya berhasil turun ke lantai dasar dengan aman. Namun, gondola kedua yang berada di lantai 26 mengalami kendala karena saat hujan deras disertai angin kencang melanda kawasan tersebut, gondola itu berhenti dan tidak bisa melanjutkan operasinya.

Keadaan semakin mengkhawatirkan ketika salah satu pekerja di gondola kedua, berinisial ES (51), yang bekerja sebagai pembersih kaca, mengalami nasib tragis. Pada saat angin makin keras dan kondisi cuaca semakin buruk, gondola bergoyang hebat dan menyebabkan korban terpapar langsung dan terpental keluar dari gondola, tergantung di udara dalam posisi tidak stabil. Sementara rekan kerjanya di gondola tersebut yang berinisial RB (56) berhasil dievakuasi dan selamat dari insiden mengerikan ini, ES justru meninggal dunia karena terpental ke luar dan tergantung di udara sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal di lokasi kejadian.

Peristiwa itu terjadi dalam situasi cuaca ekstrem yang membuat suasana menjadi sangat berbahaya. Angin kencang dan hujan deras secara bersamaan melanda kawasan Surabaya Barat, memicu kondisi mastik dan ketidakpastian bagi pekerja yang sedang bertugas di ketinggian. Kejadian ini menimbulkan keprihatinan akan pentingnya penerapan standar keselamatan yang ketat dan instruksi kerja yang benar-benar memperhatikan faktor cuaca sebelum bekerja di luar ruangan atau di ketinggian tinggi.

Proses evakuasi korban yang berlangsung selama kurang lebih tiga jam akhirnya selesai sekitar pukul 17.25 WIB. Tim rescue gabungan dari Command Center 112 Surabaya turun tangan secara profesional untuk mengevakuasi tubuh korban dan memastikan tidak ada pekerja lain yang berisiko mengalami hal serupa di masa depan. Menurut Ekky Maulana, kondisi cuaca yang tidak bersahabat, termasuk angin luar biasa dan hujan lebat, sangat menyebabkan gondola bergoyang hebat dan berpotensi kehilangan keseimbangan, yang berujung pada kecelakaan fatal ini.

Insiden ini menjadi cermin bahwa pekerjaan di lingkungan berisiko tinggi, seperti pembersihan kaca gedung bertingkat, harus diikuti dengan protokol keselamatan yang ketat, terutama saat cuaca tidak mendukung. Upaya preventif termasuk pemeriksaan cuaca secara rutin, memastikan sistem pengamanan gondola berjalan optimal, serta pelatihan kesiapsiagaan khusus bagi pekerja harus menjadi prioritas utama. Melalui kejadian menyedihkan ini, diharapkan akan ada peningkatan kesadaran dan komitmen dari seluruh pelaku industri terkait untuk mengutamakan aspek keselamatan agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.


#Redaksi

×
Berita Terbaru Update