- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Iran Menanggap Tegas Tuduhan Negara-Negara Arab: Mohammad Boroujerdi Tegaskan Sikap dan Harap Dukungan Dunia Internasional

Rabu, 04 Maret 2026 | 3/04/2026 03:15:00 AM WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-03T20:15:17Z
Kepala Dubes Iran di Indonesia 

Jakarta, Liputan12.com – Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyampaikan pernyataan resmi menanggapi gelombang kecaman yang datang dari sejumlah negara Arab, di antaranya Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), dan Qatar. Tuduhan tersebut muncul menyusul serangan balasan Iran terhadap pangkalan militer Amerika Serikat (AS) yang berlokasi di wilayah negara-negara Arab tersebut, sehingga memicu ketegangan diplomatik dan politik yang meningkat.

Dalam keterangannya pada Senin (2/3/2026) di kediamannya, Boroujerdi menekankan bahwa Iran sama sekali tidak menginginkan konflik yang meluas dan berupaya menjaga stabilitas di kawasan Timur Tengah. Dia menolak keras anggapan bahwa Iran memiliki niat buruk untuk mengganggu perdamaian regional melalui aksi militer yang baru-baru ini dilakukan. Sebaliknya, Ia menggambarkan tindakannya sebagai respons pertahanan diri terhadap ancaman-ancaman yang dipicu oleh kehadiran dan aktivitas militer asing dalam wilayah yang berbatasan dengan Iran.

“Kami tidak ingin situasi yang tidak stabil menyebar luas di kawasan ini. Tuduhan bahwa Iran menyerang negara-negara tetangga tidaklah benar. Kami berjuang mempertahankan kedaulatan dan keamanan kami dari ancaman yang datang dari luar, yang menggunakan wilayah negara lain sebagai landasan untuk menyerang kami,” ujar Boroujerdi dengan tegas dan penuh keyakinan.

Menambahkan perspektif diplomatiknya, Boroujerdi menggunakan analogi situasi hipotetis yang mungkin dialami negara lain, termasuk Indonesia. Ia mengingatkan bahwa jika sebuah negara yang jauh dari tempat tinggal seseorang menggunakan wilayah negara lain untuk menyerang negaranya, warga negara tersebut tentu akan merasa dizalimi dan berupaya mempertahankan diri. Analogi ini dimaksudkan agar dunia memahami hak Iran untuk mempertahankan kedaulatannya tanpa harus dianggap sebagai agresor terhadap negara tetangga.

Lebih jauh, Dubes Iran ini menjelaskan bahwa sasaran utama konfrontasi Iran bukanlah negara-negara Arab itu sendiri, melainkan kehadiran militer Amerika Serikat dan sekutunya, termasuk rezim Zionis Israel, yang ia sebut sebagai provokator paling utama dalam menciptakan ketegangan dan konflik di kawasan. “Kami memegang teguh prinsip saling menghormati kedaulatan negara lain. Kami tidak pernah menargetkan negara tetangga secara langsung, justru musuh utama kami adalah Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel yang berkontribusi pada ketidakstabilan di kawasan,” jelasnya.

Dalam rangka memperkuat diplomasi regional dan solidaritas negara-negara Islam, Boroujerdi juga menyoroti pentingnya peran Organisasi Developing-8 (D8)—kelompok negara berkembang Islam—untuk bersikap tegas dan menyatakan sikap resmi terkait serangan dan agresi yang dilakukan oleh AS dan Israel terhadap Iran. Ia menuntut agar D8 menyampaikan kecaman yang keras sebagai bentuk sikap moral dan politik yang nyata, serta mengirimkan sinyal kuat kepada dunia internasional bahwa negara-negara Islam bersatu dalam mendukung perdamaian dan keadilan.

“Kami mengimbau D8 untuk tidak ragu mengeluarkan pernyataan keras menentang serangan yang menyerang kedaulatan kami. Kutukan yang tegas dan serius harus menjadi langkah awal sebelum kami mengambil tindakan lebih lanjut dalam berbagai bidang,” tegas Boroujerdi dengan nada serius.

Penutup pernyataan ini, Boroujerdi mengungkapkan harapan besar terhadap Indonesia, sebagai tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D8 tahun ini, untuk memimpin dan menyuarakan keadilan bagi Iran dan negara-negara yang menghadapi tekanan serta agresi militer. Ia berharap Indonesia dapat mengambil sikap proaktif dan berdiri di sisi yang benar dalam sejarah, menjadi pelopor diplomasi yang mengedepankan perdamaian dan keadilan di tingkat global.

“Kami yakin Indonesia yang dipandang sebagai negara berpengaruh dan bagian penting dari D8, mampu menjadi suara yang kuat dan berani dalam membela yang benar. Kami berharap dukungan moral dan diplomatik dari Indonesia dan anggota D8 lain dapat memperkuat posisi kami di fora internasional di tengah tantangan berat yang kami hadapi,” pungkas Mohammad Boroujerdi dengan penuh harap dan keyakinan.

Dengan pernyataan tersebut, Iran menegaskan posisi pertahanan diri yang berlandaskan prinsip kedaulatan dan perdamaian, sekaligus mengajak komunitas internasional, khususnya negara-negara Islam, untuk bersatu dalam menghadapi tekanan dan mempertahankan stabilitas kawasan Timur Tengah.


#Redaksi

×
Berita Terbaru Update