Lamongan, Liputan12.com — Tanggul Sungai Bengawan Solo yang melintas di Desa Butungan, Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan, mengalami ambles sepanjang kurang lebih 40 meter. Kedalaman tanggul yang bervariasi mulai dari 4 hingga 10 meter ini menjadi perhatian serius karena berpotensi menimbulkan bahaya besar terhadap wilayah sekitarnya.
Sekretaris Desa Butungan, Sunardi, menyampaikan bahwa amblasnya tanggul tersebut diperkirakan dipicu oleh pasang surutnya air Bengawan Solo, terlebih di musim penghujan yang masih berlangsung. Ia menambahkan bahwa curah hujan yang tinggi selama beberapa waktu terakhir semakin memperparah kondisi tanggul tersebut, yang diduga sudah mulai tidak mampu menahan debit air yang terus meningkat.
Kekhawatiran akan Jebol dan Dampak Lebih Besar
Sunardi mengungkapkan kekhawatirannya bahwa jika penanganan tidak segera dilakukan, dampaknya bisa lebih luas dan serius. “Yang lebih mengkhawatirkan, ini sudah mendekati tanggul negara Bengawan Solo. Jika tidak segera diperbaiki, dikhawatirkan bagian tanggul yang ambles ini akan semakin membesar dan berisiko jebol, sehingga bisa menimbulkan banjir besar di wilayah sekitar,” ujarnya, Senin (09/03/2026).
Ia juga mengingatkan bahwa kondisi ini harus menjadi perhatian utama pihak terkait karena potensi kerusakan semakin dekat dan bisa berdampak langsung terhadap pemukiman warga, lahan pertanian, serta infrastruktur di sekitarnya.
Tindakan Penanganan dan Koordinasi
Menyikapi situasi ini, Trantib Kecamatan Kalitengah, Matali, menambahkan bahwa pihaknya telah melaporkan kejadian ini kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan, serta kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo. Laporan tersebut kemudian akan diteruskan ke Bupati Lamongan sebagai langkah antisipatif agar penanganan cepat dilakukan.
“Kami sudah menginformasikan kejadian ini kepada pihak terkait dan harapannya segera ada tindakan.penanganan agar tidak terjadi kecelakaan lebih besar,” kata Matali.
Harapan dan Upaya Pencegahan
Selanjutnya, diharapkan pihak-pihak terkait segera melakukan evaluasi dan langkah perbaikan agar tanggul yang ambles tidak jatuh ke kerusakan yang lebih parah. Pencegahan dan penanganan dini sangat penting dilakukan mengingat musim hujan masih berlangsung dan potensi banjir serta kerusakan infrastruktur cukup tinggi.
Kepada warga dan pemilik lahan di sekitar, diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari aparat terkait demi keselamatan bersama. Pemerintah daerah serta BPBD berkomitmen untuk mengupayakan penanganan secepatnya agar kerusakan tidak semakin meluas dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari.
(Ther)
