- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Rencana MBG Dikurangi 1 Hari dalam Seminggu, Istana: Proses Finalisasi Sedang Berlangsung

Minggu, 29 Maret 2026 | 3/29/2026 11:31:00 AM WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-29T04:45:11Z
Pemerintah sedang mempertimbangkan untuk mengurangi frekuensi penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari 6 hari menjadi 5 hari seminggu sebagai upaya efisiensi anggaran menghadapi tantangan ekonomi global. Proses finalisasi masih berlangsung dan melibatkan evaluasi dampak sosial dan ekonomi bagi penerima manfaat. Menteri Keuangan, Purbo Wacana, menyatakan bahwa pengurangan hari pelayanan MBG bisa menghemat anggaran hingga Rp 40 triliun per tahun. Namun, pemerintah memastikan kualitas layanan tidak terganggu. Keputusan final akan diumumkan dalam waktu dekat, mungkin akhir minggu atau awal pekan depan. Program MBG telah memberikan manfaat luas bagi masyarakat, dan penyesuaian ini diharapkan tetap menjaga kesejahteraan masyarakat.

JAKARTA, Liputan12.com – Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengonfirmasi adanya wacana untuk mengurangi frekuensi penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari enam hari menjadi lima hari dalam satu minggu. Langkah efisiensi ini diambil sebagai bagian dari upaya pemerintah dalamnya menghadapi tantangan ekonomi global yang tengah melanda, terutama kenaikan harga komoditas energi dan kebutuhan pokok yang berdampak pada anggaran negara.

Saat ditanya mengenai status persetujuan akhir dari Kepala Negara terkait rencana pemangkasan hari pelayanan MBG, Prasetyo menjelaskan bahwa proses pembahasan masih dalam tahap penyempurnaan akhir. "Kita sedang dalam tahap penyempurnaan detail terkait kebijakan ini. Setiap aspek, mulai dari mekanisme penyaluran hingga dampak bagi masyarakat, sedang kita evaluasi secara menyeluruh," ujarnya dalam keterangan yang dikutip pada hari Minggu (29/3/2026), saat merespons pertanyaan mengenai persetujuan resmi dari Presiden Prabowo Subianto terkait usulan perubahan tersebut.

Menurutnya, langkah efisiensi ini merupakan bagian dari rangkaian strategi pemerintah dalam menyikapi tekanan ekonomi global yang mempengaruhi stabilitas keuangan negara. "Kita menyadari bahwa kondisi ekonomi saat ini mengharuskan kita untuk melakukan berbagai langkah efisiensi tanpa mengorbankan kualitas layanan. Rencana pengurangan hari pelayanan dari enam menjadi lima hari dalam seminggu adalah salah satu upaya untuk mengoptimalkan penggunaan anggaran yang ada," jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Wacana telah menyampaikan bahwa Badan Gerakan Nasional (BGN) sebagai pelaksana teknis telah mengajukan beberapa alternatif langkah penghematan anggaran. Salah satu opsi yang diusulkan adalah pengurangan hari pelayanan program MBG, yang diperkirakan dapat memberikan efisiensi hingga sekitar Rp 40 triliun per tahunnya.

"Kita melakukan perhitungan awal bahwa dengan pengurangan satu hari pelayanan, potensi penghematan bisa mencapai angka yang cukup signifikan. Namun, kita juga tetap memastikan bahwa kualitas layanan tidak akan terganggu," ujar Menteri saat memberikan keterangan pers.

Menurut data yang diperoleh dari BGN, program MBG yang telah berjalan selama beberapa tahun telah memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Namun, dengan kondisi ekonomi yang semakin menantang, pemerintah perlu melakukan penyesuaian agar program tetap berkelanjutan. "Kita berharap setiap upaya efisiensi yang dilakukan dapat memberikan manfaat jangka panjang dan tetap menjaga kesejahteraan masyarakat yang menjadi target utama program ini," tambahnya.

Selain itu, pihak terkait juga menyampaikan bahwa proses evaluasi dan finalisasi rencana ini melibatkan berbagai unsur terkait, termasuk aspek dampak sosial dan ekonomi bagi penerima manfaat. "Kita telah melakukan kajian mendalam mengenai dampak yang mungkin terjadi, baik dari sisi akses masyarakat maupun efisiensi anggaran. Semua langkah diambil dengan memastikan tidak ada kelalaian dalam pelayanan," jelas salah satu perwakilan BGN.

Dalam kesempatan yang sama, dikatakan bahwa rencana pengurangan hari pelayanan ini masih dalam tahap akhir pembahasan dan akan diumumkan secara resmi dalam waktu dekat. "Kita akan mengumumkan keputusan final beserta rincian perhitungan efisiensi yang diperoleh dalam waktu dekat, mungkin pada akhir minggu atau awal pekan depan," jelas Prasetyo menutup keterangannya.

Diharapkan dengan adanya penyesuaian ini, program MBG tetap dapat berjalan dengan optimal dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat, sekaligus menjaga stabilitas keuangan negara menghadapi dinamika ekonomi global.


Penulis : Redaksi 

×
Berita Terbaru Update