TEGAL, Liputan12.com — Dalam rangka menciptakan ruang bagi aktivitas positif dan sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman dan kondusif, Polres Tegal menggelar lomba lari 100 meter bertema “Cokorun” yang diikuti ratusan pelajar dari berbagai sekolah di Kabupaten Tegal. Kegiatan ini juga bertujuan sebagai wadah pengembangan kreativitas anak muda serta upaya ekonomi dan sosial untuk mencegah kenakalan remaja di wilayah setempat.
Kegiatan lomba yang berlangsung pada Jumat, 6 Maret 2026 pukul 21.10 WIB hingga 00.45 WIB ini, bertempat di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Tegal, menjadi pusat perhatian sekitar 2.000 penonton yang antusias menyaksikan berbagai aksi pelajar berpacu dalam ajang olahraga ini. Kehadiran Kapolres Tegal, AKBP Bayu Prasatyo, S.H., S.I.K., M.H., menambah semarak suasana dengan secara resmi membuka kegiatan sekaligus menyampaikan pesan penting tentang peran positif kegiatan olahraga dalam pembinaan generasi muda.
Turut hadir dalam acara ini antara lain Wakapolres Tegal, M. Iskandarsyah, S.P., S.I.K., M.H.; perwakilan Bupati Tegal melalui Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Uwes Qoroni, M.T.; Ketua KONI Kabupaten Tegal Bambang Asmoyo, S.H., M.H.; serta para pejabat utama Polres dan jajarannya termasuk Kapolsek dari seluruh kecamatan.
Sebelum kompetisi dimulai, dilakukan kegiatan eksibisi lomba lari antara Kapolres Tegal dan sejumlah pejabat utama lain, yang disambut meriah oleh para penonton. Momen tersebut juga menjadi ajang memperlihatkan dukungan nyata dari jajaran aparat keamanan terhadap kegiatan positif yang sedang berkembang di kalangan pelajar.
Dalam sambutannya, AKBP Bayu Prasatyo menyampaikan bahwa lomba “Cokorun” ini merupakan bagian dari dukungan Polres Tegal terhadap berbagai aktivitas positif yang sedang digemari pelajar, khususnya olahraga dan kreativitas. Ia menilai kegiatan ini sangat bermanfaat sebagai media penyaluran energi positif dan motivasi belajar, sekaligus sebagai langkah mengurangi potensi kenakalan remaja yang bisa memicu ketidakstabilan kamtibmas.
“Kegiatan ini merupakan tren yang sedang berkembang di kalangan anak muda dan memiliki nilai positif. Melalui lomba ini, kita harapkan mereka bisa menyalurkan energi secara sehat, serta mengasah kemampuan berkompetisi secara sportivitas,” ujar AKBP Bayu. Ia menambahkan bahwa kegiatan serupa harus terus didukung dan dikembangkan secara berkelanjutan, dengan tetap memperhatikan aspek kesehatan dan fairness di setiap kesempatan.
Lomba ini diikuti oleh 48 peserta dari berbagai sekolah di Kabupaten Tegal, terbagi dalam enam kategori berdasarkan berat badan peserta: kelas A (50–55 kg), kelas B (56–60 kg), kelas C (61–65 kg), kelas D (66–70 kg), kelas E (di atas 70 kg), dan kategori khusus perempuan dengan berat badan minimal 45 kg. Kegiatan ini selain sebagai kompetisi olahraga juga berfungsi sebagai wadah pembinaan karakter dan pendekatan Polres Tegal kepada generasi muda, agar mereka lebih terpengaruh kegiatan positif dan menjauh dari potensi kenakalan remaja.
Kapolres menegaskan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menjadi contoh pengembangan kreativitas dan potensi anak muda secara konstruktif. “Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas kamtibmas dengan memfasilitasi kegiatan yang mampu membangun karakter serta kedisiplinan remaja,” tambahnya.
Di akhir kegiatan, para peserta dan penonton berharap agar kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin. Mereka percaya bahwa kegiatan positif ini mampu memperkuat ikatan sosial dan memperlihatkan potensi anak muda dalam mengasah bakat dan menyalurkan energi secara sehat. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan lingkungan Kabupaten Tegal tetap aman, nyaman, dan bebas dari pengaruh negatif yang mengancam potensi generasi penerus bangsa.
(Ag)
