Lamongan, Liputan12.com – Dalam rangka memperkuat spiritualitas serta mempererat tali silaturahmi di bulan suci Ramadhan 1447 H, jajaran Forkompincam Kecamatan Kalitengah Kabupaten Lamongan menggelar kegiatan kajian Ramadhan secara rutin setiap hari Jumat di Musholah setempat. Kegiatan ini berlangsung sebagai bagian dari upaya meningkatkan ibadah dan memperdalam ilmu agama bagi seluruh masyarakat melalui pengajian yang penuh keberkahan.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Camat Kalitengah, Khoirul Muksinin, S.Pd., M.M., bersama Sekretaris Camat H. Malik, KH Abdul Fatah selaku Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Kalitengah, para Kasi serta jajarannya. Kegiatan ini rutin digelar setiap Jumat sejak dimulai dan diharapkan mampu menjadi sarana memperkuat keimanan sekaligus menjaga ukhuwah islamiyah di kalangan masyarakat.
Dalam sambutannya, Camat Kalitengah, Khoirul Muksinin, menyampaikan bahwa bulan Ramadan adalah momentum yang penuh berkah dan ampunan dari Allah SWT. “Ramadhan merupakan bulan yang istimewa, di mana seluruh amal ibadah dilipatgandakan pahalanya, dan kita sebagai umat muslim harus memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk meningkatkan kedekatan kepada Allah,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh jamaah untuk selalu bersyukur karena di bulan yang penuh keberkahan ini, Allah memudahkan kita melaksanakan berbagai amal kebaikan dan menanamkan rasa taqwa dalam hati. “Setiap amal yang kita lakukan di bulan Ramadan akan mendapatkan balasan yang berlipat ganda dari Allah. Oleh karena itu, mari kita tingkatkan keimanan dan keikhlasan dalam menjalankan ibadah,” tambahnya.
Pada kesempatan itu, KH Abdul Fatah memberikan pencerahan tentang keutamaan puasa dan maknanya bagi kehidupan seorang Muslim. Ia menegaskan bahwa puasa bukan hanya sekadar menahan makan dan minum, tetapi juga menahan hawa nafsu, menjaga lisan dari ucapan buruk, serta meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan.
“Puasa mengajarkan kita kesabaran, keikhlasan, dan menahan diri dari segala perbuatan maksiat. Dalam puasa, kita diajarkan menahan diri dari berkata dusta, berbohong, dan perbuatan buruk lainnya. Keuntungan puasa yang sebenarnya terletak pada kekuatan hati dan anggota badan kita agar menjauhi larangan Allah,” paparnya.
Selain itu, KH Abdul Fatah menambahkan bahwa ada golongan yang mendapat keringanan tidak wajib berpuasa seperti anak kecil yang belum mencapai baligh, orang sakit yang tidak mampu, lansia yang tidak sanggup, musafir, serta ibu hamil dengan ketentuan tertentu. Ia menegaskan bahwa puasa adalah bagian dari rukun islam yang harus dipenuhi selama mampu, dan tetap ada peluang bagi mereka yang berhak mendapatkan keringanan.
Sekretaris Camat H. Malik juga menegaskan bahwa menjalankan puasa dengan penuh keimanan dan mengharap pahala akan diampuni dosa-dosanya yang lalu. “ siapa pun yang menjalankan puasa Ramadan dengan tulus dan penuh iman, insya Allah dosa-dosanya akan dihapuskan oleh Allah.”
Dalam ceramahnya, H. Malik menekankan pentingnya menjaga kualitas puasa agar tidak sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga memelihara lisan, pendengaran, dan penglihatan agar terhindar dari perbuatan yang sia-sia dan buruk. “Puasa yang sesungguhnya adalah mampu mengendalikan seluruh anggota tubuh dari hal-hal yang dilarang, supaya ibadah kita diterima dan pahala kita berlipat ganda,” ujarnya.
Selain penguatan keimanan, acara rutin ini juga menjadi momen untuk mempererat tali silaturahmi antar warga dan meningkatkan rasa solidaritas dalam menjalankan ibadah Ramadan. Camat Kalitengah berharap, kegiatan keagamaan seperti ini mampu membangun umat yang lebih bertakwa, berilmu, dan penuh keberkahan di bulan penuh rahmat ini.
“Semoga kegiatan ini terus berlangsung dan mendapat ridha Allah, sehingga kita semua bisa menjalankan ibadah puasa dengan hati yang tulus dan mendapatkan keberkahan serta ridha-Nya,” pungkasnya.
(Ther)
