Jakarta, Liputan12.com – Dalam upaya memperkuat posisi sebagai daerah pionir dalam digitalisasi pemerintahan, Pemko Payakumbuh kembali menegaskan komitmennya dalam inovasi layanan keuangan daerah. Pada Rabu (4/3/2026), Kota kecil nan berkembang ini menjadi satu-satunya pemerintah kota di Indonesia yang diundang sebagai narasumber utama dalam Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Materi Kajian Ekonomi dan Keuangan Daerah (KEKD) tentang Sistem Pembayaran di The Hotel Grand Hyatt, Menteng, Jakarta.
Kehadiran Payakumbuh sebagai narasumber bukan tanpa alasan. Melainkan sebagai pengakuan resmi dari pemerintah pusat atas keberhasilan kota ini dalam mengimplementasikan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) yang telah mencapai berbagai keberhasilan inovatif dan konsisten dalam mengelola keuangan daerah secara digital. Kehadiran ini juga menjadi bukti bahwa Payakumbuh dianggap sebagai contoh terbaik dan inovatif di bidang pengelolaan keuangan digital yang mampu memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Payakumbuh, Rida Ananda, mewakili Wali Kota, mengungkapkan bahwa keikutsertaan Payakumbuh dalam forum tersebut merupakan hasil dari apresiasi terhadap keberhasilan penerapan sistem keuangan digital yang mampu meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan transparansi pengelolaan keuangan daerah. “Kami bangga karena menjadi satu-satunya kota yang mendapat kepercayaan sebagai narasumber di forum nasional ini. Ini menunjukkan bahwa inovasi dan langkah yang kita lakukan diapresiasi dan diakui secara nasional,” ujarnya.
Rida menjelaskan, sangat penting bagi Pemko Payakumbuh untuk berbagi pengalaman keberhasilan ini guna menularkan praktik baik kepada daerah lain. Ia menambahkan bahwa selama ini, Payakumbuh terus meningkatkan kualitas layanan keuangan dengan mengembangkan kebijakan yang sejalan dengan amanat Keputusan Presiden Nomor 3 Tahun 2021 tentang Satuan Tugas Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah.
Sejak bulan April 2021, Pemko Payakumbuh telah membentuk Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) sebagai badan khusus yang bertugas mengembangkan rencana aksi serta road map digitalisasi keuangan daerah. Berbagai langkah strategis kemudian diambil, termasuk peluncuran sistem pembayaran online untuk berbagai layanan pemerintah daerah, seperti pajak, retribusi, dan layanan perizinan, yang semuanya terintegrasi secara nasional dan mengikuti Standar Nasional Open API Pembayaran (SNAP) dari Bank Indonesia.
Salah satu pencapaian terbesar adalah, pada September 2022, Payakumbuh resmi menerapkan sistem QRIS Dinamis untuk pembayaran pajak daerah, yang memungkinkan wajib pajak membayar langsung melalui kode QR yang tampil otomatis sesuai nominal tagihan di telepon mereka. Selain itu, sistem Virtual Account Pajak Daerah yang diluncurkan pada akhir 2022 juga memudahkan wajib pajak melakukan pembayaran secara langsung tanpa harus ke kantor kas atau ATM.
Keberhasilan ini tidak lepas dari strategi inovatif dan kecepatan adaptasi ASN di lingkungan Pemerintah Kota Payakumbuh. Menurut Rida, sebagian besar pengembangan sistem ini dilakukan oleh tenaga teknis internal ASN sehingga mampu menyesuaikan diri secara cepat terhadap perubahan regulasi dan teknologi terbaru. “Hasilnya, Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (IETPD) kita saat ini berada di kisaran 96,3–97 persen, melampaui rata-rata nasional yang hanya sekitar 90,39 persen,” ujarnya.
Selain fokus pada sistem pajak, Payakumbuh juga aktif memperluas digitalisasi dalam berbagai aspek pengelolaan keuangan lain, termasuk retribusi pasar, pengelolaan aset, layanan izin usaha, dan pengelolaan layanan publik lainnya. Banyak dinas sudah menerapkan sistem auto-debet, kode QRIS dinamis, serta platform digital lainnya yang membantu mempercepat dan menambah transparansi aliran serta penggunaan anggaran.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa digitalisasi bukan lagi sekadar pilihan, tetapi kebutuhan untuk membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel. Hal ini juga menguatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah yang mampu memberikan layanan terbaik sekaligus jaminan keuangan yang aman.
Selain itu, kegiatan ini sejalan dengan cita-cita menjadikan Payakumbuh sebagai kota digital yang inovatif dan kompetitif di tingkat nasional dan internasional. Keberhasilan tersebut membuat Payakumbuh memperoleh kepercayaan dari Gubernur Sumatera Barat dan instansi terkait lainnya, sebagai contoh pelaksanaan digitalisasi pemerintahan daerah yang berhasil, termasuk dalam proses pencapaian indeks tertinggi dibandingkan kota/sejenis di Sumatera Barat.
Melalui forum ini, Rida Ananda berharap seluruh daerah di Indonesia dapat mengikuti jejak Payakumbuh dalam membangun sistem keuangan yang modern, aman, dan terpercaya. Ia menegaskan bahwa digitalisasi bukan hanya mengefisienkan pendapatan dan pembangunan, tetapi juga membangun budaya transparansi dan akuntabilitas yang kokoh, yang akan optimal jika didukung oleh perangkat teknologi dan SDM ASN yang kompeten dan inovatif.
Dengan pengalaman dan inovasi yang telah diterapkan, Payakumbuh membuktikan bahwa pembangunan sistem keuangan daerah yang modern dan berkelanjutan mampu meningkatkan pendapatan daerah sekaligus memenuhi harapan masyarakat akan pelayanan publik yang lebih berkualitas dan bertanggung jawab.
(Aldo)
