- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Jembatan Penghubung Kelurahan Suka Dame dan Danau Balai Lumpuh Total Akibat Banjir

Jumat, 27 Maret 2026 | 3/27/2026 06:10:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-27T11:23:03Z
Jembatan penghubung antara Kelurahan Suka Dame dan Danau Balai, Labuhanbatu, lumpuh total akibat intensitas curah hujan tinggi. Struktur penahan jembatan terkikis aliran air sungai, membuat akses jalan utama tidak dapat dilintasi. Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil tindakan cepat untuk memperbaiki jembatan yang vital bagi perekonomian lokal.

LABUHANBATU, Liputan12.com – Intensitas curah hujan tinggi yang melanda wilayah Kecamatan Rantau Selatan, Kabupaten Labuhanbatu, mengakibatkan jembatan penghubung antara Kelurahan Suka Dame dan Kelurahan Danau Balai lumpuh total. Kondisi jembatan yang kini tidak dapat digunakan sama sekali tampak memprihatinkan, dengan struktur penahan bagian bawah tampak habis terkikis oleh aliran air sungai yang deras.

Jembatan yang menjadi akses utama bagi masyarakat setempat sekaligus berperan sebagai jalan alternatif bagi para petani yang memiliki lahan pertanian dan perkebunan kini tidak dapat dilintasi lagi. Akibatnya, masyarakat harus mencari jalan alternatif dengan jarak tempuh yang jauh lebih panjang, sehingga mengganggu mobilitas dan aktivitas sehari-hari.

Menurut salah seorang saksi mata di lokasi kejadian, kerusakan jembatan yang terjadi pada hari Jumat (27/3/2026) dipicu oleh adanya proyek pembekoan pelebaran bibir sungai di lokasi hulu sebelum jembatan. Menurutnya, pelebaran untuk aliran air di bawah jembatan tidak diseimbangkan dengan lebar sungai secara keseluruhan, sehingga menyebabkan akumulasi debit air yang tidak terduga.

"Saat hujan deras datang, debit air sungai meningkat drastis dan arus air yang deras tidak mampu tertampung dengan baik. Akhirnya air langsung menghantam tiang penyangga jembatan dengan kekuatan besar. Penahan jembatan yang terbuat dari beton cor pun terkikis perlahan hingga runtuh," ungkap saksi mata yang tidak ingin disebutkan namanya.

Selain itu, tekstur tanah di sekitar lokasi jembatan juga menjadi lembek akibat genangan air yang terus menerus. Kondisi ini membuat aliran air yang disertai material dari dasar sungai meluap dan menghantam badan jembatan secara langsung, hingga bagian penahan beton cor jembatan ambruk keseluruhan ke dasar sungai.

Opung Karo, salah seorang warga yang memiliki lahan pertanian di sekitar lokasi, mengungkapkan rasa kecewanya akibat kerusakan jembatan. "Sampai sekarang saya belum bisa ke ladang atau ke kebun. Biasanya lewat sini jaraknya paling dekat dan cepat. Sekarang jembatan putus total dan tidak bisa dilewati sama sekali, saya harus jalan jauh sekali dengan waktu yang lebih lama," ujarnya dengan nada cemas.

Masyarakat setempat berharap agar pemerintah daerah segera mengambil tindakan cepat untuk menangani kondisi ini. Jembatan yang kini lumpuh total bukan hanya menjadi jalur akses masyarakat umum, tetapi juga berperan penting sebagai jalur distribusi hasil pertanian yang menjadi sumber penghidupan utama sebagian besar warga sekitar.

"Kami berharap pihak terkait dapat memperdulikan kondisi kami dan segera melakukan penilaian kerusakan secara mendetail, kemudian mengambil langkah penanganan darurat. Jembatan ini sangat penting bagi kami," tambah salah satu perwakilan masyarakat.

Masyarakat juga mengimbau agar proses perbaikan dapat segera dilakukan, mengingat jembatan ini merupakan nadi pergerakan masyarakat dan perekonomian lokal. Jika kondisi ini dibiarkan terlalu lama tanpa penanganan, kerugian baik dari sisi sosial maupun ekonomi yang dialami masyarakat diperkirakan akan semakin besar.


Penulis : Rnl

×
Berita Terbaru Update