LAMONGAN, Liputan12.com – Desa Somosari di Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan, kini menjadi pionir inovasi pertanian berbasis teknologi. Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sejahtera Desa Somosari secara resmi membuka destinasi wisata edukasi petik buah melon Golden di fasilitas greenhouse modernnya pada Selasa (17/3/2026). Inisiatif ini tidak hanya menandai keberhasilan panen perdana, tetapi juga membuka babak baru dalam pengembangan ekonomi desa.
Kepala Desa Somosari, Mashuri, S.H., menjelaskan bahwa pengembangan wisata petik melon ini merupakan upaya strategis untuk membangkitkan minat masyarakat terhadap budidaya buah serta meningkatkan perekonomian desa secara berkelanjutan. "Selama ini, budidaya buah sering dipandang kurang menguntungkan karena rentan terhadap serangan hama. Namun, dengan penerapan sistem greenhouse seperti yang dilakukan oleh BUMDes Sejahtera Desa Somosari, kami membuktikan bahwa budidaya buah bisa sangat berhasil, bahkan bisa menjadi sarana edukasi yang efektif bagi masyarakat," ujar Mashuri dengan bangga.
Pemilihan komoditas melon didasarkan pada tingginya minat pasar. "Dari sisi minat konsumen, melon memiliki daya tarik yang kuat. Oleh karena itu, BUMDes Sejahtera Desa Somosari memutuskan untuk fokus mengembangkan komoditas ini," tambah Mashuri. Konsep wisata petik buah memungkinkan pengunjung untuk merasakan pengalaman memetik langsung melon pilihan mereka, kemudian membayarnya berdasarkan berat bersih.
Dengan harga Rp20 ribu per kilogram, pengunjung bebas memilih varietas melon yang disukai. Wisata petik melon ini dibuka mulai tanggal 17 Maret 2026 dan akan beroperasi setiap hari hingga masa panen berakhir. Diharapkan, pengalaman unik ini tidak hanya memberikan kesenangan bagi pengunjung, tetapi juga menumbuhkan apresiasi terhadap hasil pertanian lokal.
Mashuri mengungkapkan harapannya agar keberhasilan program ini dapat menjadi mercusuar bagi pengembangan usaha pertanian modern lainnya di Desa Somosari. "Ke depan, kami tidak hanya ingin berfokus pada melon. Kami berharap dapat mengembangkan komoditas tanaman lain yang berpotensi menggairahkan perekonomian Desa Somosari, dan pada akhirnya turut memberikan kontribusi positif bagi Kabupaten Lamongan secara keseluruhan," tuturnya, optimis menatap masa depan pertanian desa yang lebih cerah dan inovatif.
(Ther)
