Jambi, Liputan12.com — Pada malam ke-23 Ramadhan 1447 Hijriah, suasana penuh kekhidmatan dan keakraban menyelimuti acara silaturahmi dan ibadah bersama antara Gubernur Jambi, Al Haris, dengan puluhan pejabat eselon II dan III di lingkungan Pemerintah Provinsi Jambi. Kegiatan yang berlangsung di Masjid Agung Al Falah ini menjadi momentum penting untuk memperkuat ikatan spiritual dan memperdalam keimanan serta kecintaan para aparatur pemerintahan terhadap Allah SWT, sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan daerah yang berlandaskan nilai-nilai religius dan moral.
Kegiatan yang mulai dilaksanakan sekitar pukul 01.00 WIB ini berlangsung hingga menjelang waktu sahur, penuh dengan suasana khusyuk dan penuh penghayatan. Acara diawali dengan tausyah yang mengingatkan akan makna bulan Ramadan, dilanjutkan dengan shalat sunnah tasbih dan shalat tahajud berjamaah sebagai bentuk penghambaan dan permohonan petunjuk dalam melaksanakan amanah sebagai pelayan masyarakat. Seluruh pejabat tampak menjalankan rangkaian ibadah dengan khidmat dan penuh keikhlasan, menunjukkan keseriusan mereka dalam meningkatkan kualitas spiritual serta moralitas pribadi dan profesional.
Dalam sambutannya, Gubernur Al Haris menyampaikan bahwa momentum Ramadan, terutama di malam-malam terakhir, adalah saat yang sangat tepat untuk introspeksi diri dan memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT. Ia mengibaratkan sepuluh malam terakhir Ramadan sebagai "final" pertandingan sepak bola, di mana usaha maksimal harus dilakukan agar mendapatkan keberhasilan dan keberkahan. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pemerintahan dan pembangunan daerah tidak hanya ditopang oleh kebijakan dan program, tetapi juga oleh kekuatan doa, keimanan, dan moralitas pejabat yang kokoh.
Al Haris menegaskan bahwa kegiatan seperti ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran spiritual dan kejujuran di kalangan aparatur pemerintah. "Melalui qiamul lail ini, kita ingin hati kita semakin bersih, iman semakin kuat, dan kita selalu mendapatkan petunjuk dari Allah SWT dalam setiap langkah menjalankan tugas dan amanah kita," ujarnya penuh semangat.
Lebih jauh, Gubernur mengajak seluruh pejabat untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum memperbanyak amal ibadah dan mempererat silaturahmi, tidak hanya secara personal tetapi juga sebagai cikal bakal membangun sinergi yang lebih baik dalam lingkungan pemerintahan. Ia menekankan bahwa penguatan spiritual harus menjadi pondasi utama dalam pengambilan setiap kebijakan dan langkah strategis demi kemaslahatan masyarakat. Dengan demikian, pembangunan tidak hanya berorientasi pada fisik dan ekonomi, tetapi juga berlandaskan pada nilai-nilai keagamaan, keadilan, dan kedamaian.
Kegiatan ini menunjukkan komitmen Pemerintah Provinsi Jambi dalam mengintegrasikan aspek spiritual sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia di pemerintahan. Melalui kegiatan ibadah malam yang rutin dilaksanakan selama bulan Ramadan, diharapkan para pejabat tidak hanya meningkatkan kualitas kerohanian, tetapi juga memperkuat dedikasi dan integritas dalam menjalankan roda pemerintahan. Hasilnya, diharapkan akan tercipta tata kelola pemerintahan yang lebih bersih, berakhlak, dan berdedikasi tinggi, serta mampu mewujudkan visi pembangunan daerah yang berkeadilan dan berkelanjutan demi kemaslahatan masyarakat banyak.
(Ari dkk)
