- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Ogan Ilir Gelar Aksi Desak Sikap Tegas Bupati dan DPRD terkait Masalah MBG

Selasa, 03 Maret 2026 | 3/03/2026 10:53:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-03T15:53:09Z

Ogan Ilir, Liputan12.com – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Ogan Ilir hari ini turun ke jalan dalam rangka menyuarakan aspirasi mereka terkait polemik Bantuan Langsung Tunai (MBG) yang sedang ramai diperbincangkan di masyarakat. Aksi damai berlangsung dengan tertib dan berlangsung di depan Kantor Bupati Ogan Ilir serta berlanjut ke Gedung DPRD setempat, sebagai bentuk kontrol sosial dan pengawalan terhadap kebijakan publik.

Dalam orasinya, Korlap aksi, Jonggi Moracio, menyampaikan bahwa permasalahan MBG bukan hanya sekadar isu administratif atau teknis semata, melainkan menyentuh hak masyarakat akan transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana bantuan tersebut. Ia menegaskan, warga membutuhkan kejelasan sikap pemerintah daerah, khususnya Bupati dan DPRD, agar tidak muncul polemik yang berkepanjangan dan berdampak terhadap kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Selaku ketua DPC GMNI Ogan Ilir, Bung Samuel juga menekankan pentingnya langkah kongkrit dari pemerintah daerah, khususnya Bupati dan DPRD, untuk memberikan kejelasan dan kebijakan yang berpihak pada kepentingan rakyat. Ia menegaskan bahwa aksi ini diinisiasi sebagai bentuk kontrol sosial mahasiswa yang memiliki peran strategis dalam mengawal kebijakan publik serta mengingatkan bahwa keberpihakan pemerintah terhadap rakyat harus nyata dan tidak sekadar retorika.

Perwakilan massa aksi yang langsung menyampaikan aspirasi ke Bupati Ogan Ilir meminta agar pemerintah segera mengeluarkan pernyataan resmi dan menyusun solusi yang transparan. Mereka menilai, selama ini, situasi polemik mengenai MBG di Ogan Ilir menyebabkan keresahan dan ketidakpastian di kalangan masyarakat yang sangat membutuhkan kejelasan dan kecepatan tindakan dari pemerintah daerah.

Setelah menyampaikan aspirasinya di kantor Bupati, massa aksi melanjutkan perjalanan ke Gedung DPRD Ogan Ilir. Mereka berharap dapat melakukan audiensi langsung dengan anggota Dewan guna menyampaikan rincian dan mendesak adanya dialog terbuka. Sayangnya, hingga hari ini, perwakilan mahasiswa belum diterima untuk melakukan dialog langsung di DPRD, sehingga mereka menegaskan akan tetap menunggu respons resmi dari lembaga legislatif daerah tersebut.

Aksi ini berlangsung dengan pengamanan ketat dari aparat keamanan untuk menjaga kondisi tetap kondusif dan aman. Mahasiswa menegaskan bahwa perjuangan mereka akan terus mereka kawal dan lakukan hingga ada kejelasan dan keputusan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat, khususnya terkait transparansi penggunaan dana MBG di Kabupaten Ogan Ilir.

Mereka juga menegaskan bahwa sebagai bagian dari elemen kontrol sosial, peran mahasiswa harus terus aktif memperjuangkan hak rakyat dan mendorong pemerintah daerah untuk lebih proporsional dalam mengelola dan menyampaikan informasi kepada publik. Harapan mereka, dialog yang sehat dan terbuka dapat segera terwujud demi tercapainya solusi terbaik dan mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah daerah.


(Kontributor)

×
Berita Terbaru Update