Kota Tegal, Liputan12.com – Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili atau 2026 Masehi di Kota Tegal berlangsung penuh semangat dan kebersamaan, menampilkan upaya memperkuat nilai-nilai toleransi dan harmoni sosial di tengah masyarakat. Momen penuh makna ini semakin lengkap dengan kehadiran dan partisipasi aktif jajaran Forkopimda yang turut serta dalam rangkaian kegiatan tradisional kirab budaya, yang digelar di halaman Klenteng Tek Hay Kiong pada Senin (2/3/2026).
Acara yang rutin diselenggarakan setiap tahun ini memulai rangkaian tradisinya dari lingkungan Klenteng Tek Hay Kiong dan berlanjut menuju Pelabuhan Pelindo Kota Tegal, yang menjadi titik pusat kegiatan sembahyangan dan doa bersama. Dalam momen yang penuh keakraban dan kekhidmatan tersebut, Wali Kota Tegal, H. Dedy Yon Supriyono, S.E., M.M., bersama jajaran Forkopimda, turut mengarak dan menghormati keberadaan Toa Pe Kong sebagai simbol penghormatan terhadap leluhur dan kepercayaan masyarakat Tionghoa yang telah lama melekat di Kota Tegal.
Dalam sambutannya di depan masyarakat dan tokoh-tokoh kerukunan umat, Wali Kota menyampaikan ucapan selamat merayakan Imlek sekaligus apresiasi terhadap keberagaman budaya yang telah memperkaya identitas dan karakter kota. “Atas nama seluruh warga Kota Tegal dan pemerintah daerah, saya mengucapkan selamat Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili. Semoga perayaan ini membawa keberkahan, kebahagiaan, kesehatan, dan kedamaian untuk kita semua,” ujarnya.
Lebih jauh, Dedy Yon memuji keberadaan Klenteng Tek Hay Kiong sebagai simbol penting dari warisan sejarah dan kerukunan sosial di Kota Tegal. Ia menegaskan bahwa keberadaan tempat ibadah ini bukan hanya sebagai pusat kegiatan keagamaan, tetapi juga sebagai bagian dari identitas budaya yang memperkaya keragaman sosial kota. “Klenteng Tek Hay Kiong tidak hanya tempat berdoa, tetapi juga representasi keberagaman dan toleransi bangsa. Mari kita jaga dan lestarikan bersama semangat ini sebagai upaya memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa,” tambahnya.
Kegiatan kirab budaya yang menjadi puncak dari rangkaian perayaan ini dikenal sebagai tradisi luhur dengan nilai mendalam, baik dari aspek spiritual, budaya, maupun sosial. Momentum ini, menurut Wali Kota, merupakan simbol penghormatan dan pengagungan terhadap nilai-nilai kebaikan serta menjadi ajang mempererat tali persaudaraan yang erat antar seluruh lapisan masyarakat, tanpa memandang suku, agama, maupun budaya.
Selain memberikan apresiasi terhadap seluruh panitia dan pengurus Yayasan Tri Dharma Tegal, Wali Kota menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung penuh keberlangsungan kegiatan keagamaan dan kebudayaan sebagai bagian integral dari pembangunan sosial dan budaya kota. Ia menambahkan bahwa kemajuan sebuah kota tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga dari tingkat keberagaman, toleransi, dan harmoni sosial yang terjalin baik.
“Dengan adanya acara ini, kita tidak hanya memperkuat budaya dan tradisi, tetapi juga memperkenalkan kekayaan budaya Tegal kepada masyarakat luas, termasuk wisatawan dari luar daerah,” tuturnya. Ia berharap kegiatan ini menjadi magnet menarik wisatawan dan memperkuat ekonomi kreatif berbasis budaya lokal yang erat kaitannya dengan pariwisata dan peningkatan ekonomi warga.
Dalam sambutannya yang penuh harapan, Wali Kota juga mengajak seluruh elemen masyarakat dan tokoh lintas agama, suku, dan budaya untuk terus menjaga keberagaman sebagai modal utama dalam membangun Kota Tegal yang maju, sejahtera, dan berbudaya luhur. Ia menegaskan bahwa dengan semangat kebersamaan dan toleransi, Kota Tegal mampu bersinergi mengatasi berbagai tantangan modern dan memperkokoh kedamaian sosial.
Akhir kata, pelaksanaan kirab Toa Pe Kong yang didukung penuh oleh Forkopimda ini diharapkan mampu mempererat persaudaraan, memperkenalkan kekayaan budaya kepada generasi muda dan wisatawan, serta menjadi momentum merevitalisasi tradisi lama yang penuh makna demi masa depan kota yang bersatu dan harmonis. Semoga kebersamaan dan toleransi ini terus terjaga dan berkembang, menjadikan Kota Tegal sebagai teladan harmoni pluralisme bangsa Indonesia.
(Ag)

