- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Disnaker Sampang Tegaskan Tidak Ada Pekerja Migran Indonesia yang Bekerja di Iran, Israel, dan Amerika Serikat, Tetap Pantau Kondisi Regional

Rabu, 04 Maret 2026 | 3/04/2026 04:22:00 AM WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-03T21:22:45Z
Kepala Bidang Penempatan, Perluasan Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Disnaker Kabupaten Sampang, Uriantono Triwibowo

Sampang, Liputan12.com – Situasi geopolitik yang memanas di kawasan Timur Tengah, khususnya terkait konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat, menimbulkan berbagai kekhawatiran, termasuk dari keluarga para pekerja migran di daerah. Menanggapi hal ini, Pemerintah Kabupaten Sampang melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) memastikan bahwa hingga saat ini tidak ada warga Sampang yang terdaftar sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja atau berada di Iran, Israel, maupun Amerika Serikat.

Kepala Bidang Penempatan, Perluasan Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Disnaker Sampang, Bapak Uriantono Triwibowo, menyampaikan bahwa data resmi yang mereka miliki secara ketat mencatat dan mengawasi para PMI asal Sampang yang bekerja di negara-negara tujuan resmi sesuai prosedur. “Kami dapat pastikan, berdasarkan data yang kami miliki, tidak ada pekerja migran kami yang ditempatkan di Iran atau Israel sampai hari ini,” ujar Uriantono saat ditemui di kantor Disnaker, Selasa (3/3/2026).

Selain itu, Uriantono juga memaparkan jumlah PMI asal Sampang yang bekerja di kawasan Timur Tengah selama tiga tahun terakhir, yakni dari 2023 hingga 2025. Sebanyak 481 PMI terdata resmi bekerja di negara-negara sekitar kawasan Timur Tengah, dengan mayoritas berada di Arab Saudi. Ini menjadi fokus perhatian karena Arab Saudi menjadi tujuan utama penempatan PMI dari Sampang secara legal.

“Kami hanya mencatat PMI yang berangkat dengan prosedur resmi dan dokumen lengkap sesuai aturan yang berlaku. Pekerja migran yang berangkat nonprosedural atau melalui jalur informal atau ilegal memang tidak masuk dalam data kami, dan mereka sangat rentan menghadapi risiko keselamatan dan perlindungan hukum,” tegasnya. Oleh sebab itu, Disnaker terus mengedukasi masyarakat dan keluarga mengenai pentingnya keberangkatan melalui jalur resmi agar bisa memperoleh perlindungan dan hak-hak sebagai pekerja migran.

Sebagai antisipasi terhadap kondisi geopolitik yang tidak menentu di Timur Tengah, Disnaker Sampang berkomitmen untuk terus memantau dan meng-update informasi terkait keberadaan PMI asal Sampang, khususnya di wilayah-wilayah rawan konflik. Mereka juga membuka layanan pengaduan untuk keluarga pekerja migran yang membutuhkan bantuan dan informasi terkait kondisi terkini maupun masalah yang dihadapi PMI di luar negeri.

“Kami ingin memberikan rasa tenang bagi masyarakat dan keluarga bahwa pemerintah daerah selalu memantau keadaan dan siap memberikan pelayanan dan bantuan bila diperlukan. Jangan ragu untuk menghubungi kami apabila ada informasi atau masalah yang hendak disampaikan,” tutup Uriantono.

Selain menjaga data dan pengawasan, Disnaker Sampang juga aktif melaksanakan sosialisasi serta pelatihan kepada calon PMI agar memahami prosedur resmi, hak-hak mereka selama berada di luar negeri, dan bahaya keberangkatan secara ilegal. Langkah tersebut diharapkan dapat meminimalisir risiko dan meningkatkan perlindungan terhadap tenaga kerja migran asal Sampang.

Dengan sikap proaktif ini, Disnaker Sampang menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam memastikan keselamatan dan kesejahteraan warganya di luar negeri, serta responsif terhadap situasi global yang dapat berdampak terhadap keberadaan tenaga kerja migran. Pemerintah daerah pun mengajak seluruh warga Sampang untuk selalu memilih jalur resmi dan mengikuti prosedur yang telah ditetapkan sehingga hak dan keselamatan mereka terjamin sepenuhnya.


#Redaksi

×
Berita Terbaru Update