Cirebon, Liputan12.com – Dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan dan membantu masyarakat daerah menghadapi tantangan ekonomi akibat kenaikan harga bahan pokok, Polresta Cirebon turut ambil bagian dalam pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak seluruh Jawa Barat. Kegiatan ini, yang digelar melalui video conference yang dipimpin langsung oleh Kapolda Jawa Barat, berlangsung di halaman Kantor Desa Pemijahan, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, Selasa (3/3/2026).
Pelaksanaan GPM secara daring ini diikuti oleh seluruh jajaran kepolisian mulai dari tingkat Polda hingga ke Polres Polresta di seluruh wilayah Jawa Barat. Di Cirebon sendiri, kegiatan disambut antusias oleh masyarakat dan didukung penuh oleh pemerintah daerah. Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Imara Utama, yang turut hadir secara langsung, didampingi Wakapolresta AKBP Eko Munarianto, serta sejumlah tokoh masyarakat dan perangkat desa, turut memeriahkan acara ini dan menyampaikan pesan-pesan penting kepada masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan upacara pembukaan yang diikuti dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan pembacaan doa bersama agar kegiatan berjalan lancar dan memberikan keberkahan. Seluruh peserta lalu mengikuti sambutan dari pejabat terkait, termasuk dari pemerintah daerah dan aparat kepolisian. Acara puncaknya adalah penyerahan simbolis bahan pokok hasil distribusi dari Polresta Cirebon kepada warga sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan lokal.
Dalam pelaksanaan GPM ini, Polresta Cirebon menyiapkan ribuan paket bahan pokok yang harganya disesuaikan agar tetap terjangkau masyarakat berpenghasilan rendah sampai menengah. Berbagai bahan pokok yang disediakan meliputi beras khas lokal dan beras kualitas premium dengan harga Rp58.000 dan Rp65.000 per 5 kilogram, serta stok sebanyak 160 dan 300 pack, bergantung pada jenis berasnya. Tidak ketinggalan, minyak goreng dijual seharga Rp15.500 per liter, dengan stok mencapai 1.200 liter, dan telur ayam dengan harga Rp27.000 per kilogram serta stok 500 kilogram.
Selain bahan pokok utama tersebut, tersedia juga kebutuhan lain yang mendukung kehidupan sehari-hari seperti gula pasir Rp15.000 per kilogram (250 kg), daging sapi Rp120.000 per kilogram (150 kg), daging ayam Rp36.000 per kilogram (100 kg), bawang merah Rp8.000 per ¼ kilogram (70 kg), bawang putih Rp3.000 per ons (10 kg), serta tepung terigu Rp9.000 per kilogram. Semua kebutuhan ini disediakan dengan volume yang cukup untuk menjangkau banyak masyarakat, rangkaian distribusi merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas harga dan menghindari lonjakan harga yang menyulitkan masyarakat.
Kapolresta Imara Utama menegaskan bahwa pelaksanaan Gerakan Pangan Murah ini menjadi salah satu langkah nyata dari aparat Polri dalam membantu masyarakat meringankan beban biaya hidup di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan. “Program ini bukan sekadar penjualan bahan pokok murah, tetapi sebuah bentuk kepedulian nyata dari kami sebagai aparat negara untuk memastikan masyarakat mendapat akses kebutuhan pokok secara adil dan terjangkau,” ujar Imara.
Selain itu, program ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas pasokan maupun harga pangan. Polresta Cirebon mengajak seluruh warga untuk memanfaatkan momentum ini secara optimal agar kebutuhan pokok mereka tetap terpenuhi tanpa harus khawatir mengalami lonjakan harga di pasar.
Lebih jauh, kegiatan ini juga sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat agar selalu isytikamah dalam mengadopsi pola hidup berkelanjutan dan mengikuti arahan pemerintah soal pengelolaan stok dan distribusi pangan secara aman dan sehat. Dengan adanya gerakan ini, diharapkan ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Cirebon semakin kokoh dan mampu menahan guncangan dari fluktuasi pasar global maupun regional.
Pada akhirnya, langkah strategis dari Polresta Cirebon dan seluruh jajaran di Jawa Barat ini diyakini akan membantu meningkatkan daya beli masyarakat serta memperkuat fondasi ekonomi lokal secara berkelanjutan, sehingga masyarakat merasa lebih aman, tentram, dan percaya bahwa institusi negara selalu hadir dan peduli dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi nasional maupun regional.
(Bung Arya)
