- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Didorong Sektor Jasa, Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Sampang Melonjak Signifikan di Tahun 2025

Rabu, 04 Maret 2026 | 3/04/2026 03:16:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-04T08:16:10Z
Alun-alun Tronujoyo Sampang Tahun 2025

SAMPANG, Liputan12.com – Bangkitnya perekonomian Kabupaten Sampang di Madura menunjukkan tren positif yang cukup pesat pada tahun 2025. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa ekonomi daerah berjuluk Kota Bahari ini mengalami kenaikan sebesar 3,45 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menandai momentum pemulihan dan peningkatan ekonomi yang cukup signifikan.

Berdasarkan hasil perhitungan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan 2010, ekonomi Sampang pada tahun 2025 mencapai sekitar Rp 15 miliar, naik dari sekitar Rp 14 miliar di tahun 2024. Sementara itu, PDRB berdasarkan harga berlaku mencapai sekitar Rp 26 miliar. Angka tersebut mencerminkan adanya pertumbuhan ekonomi yang relatif stabil dan meningkat, memberikan harapan baru bagi pembangunan daerah serta kesejahteraan masyarakat.

Kepala BPS Kabupaten Sampang, Boby Eko Heru Mulyadi, menjelaskan bahwa pertumbuhan tahun 2025 ini merupakan hasil dari adanya pergeseran sumber pertumbuhan utama yang lebih mengandalkan sektor jasa. Ia menyebutkan, sektor jasa mengalami kenaikan terbesar dengan laju pertumbuhan sebesar 9,19 persen, menjadikannya sebagai mesin penggerak utama dalam akselerasi ekonomi daerah. "Peningkatan sektor jasa ini menunjukkan bahwa peran layanan dan kegiatan ekonomi yang tidak berbasis sumber daya alam ekstraktif semakin mendominasi, yang tentunya sejalan dengan pola pembangunan berkelanjutan dan diversifikasi ekonomi," ujarnya, Rabu (4/3/2026).

Berbeda dengan tahun sebelumnya, di mana sektor pertambangan dan penggalian masih menjadi salah satu pendukung utama ekonomi Sampang, namun pada 2025 mengalami kontraksi sebesar minus 6,99 persen. Penurunan ini menandakan adanya pergeseran fokus dari sektor berbasis sumber daya alam ke sektor jasa yang lebih produktif dan berorientasi pada layanan masyarakat.

Menurut Boby, tren ini menunjukkan adanya perubahan struktur perekonomian daerah yang mengarah pada peningkatan kualitas dan keberlanjutan ekonomi. Ia menambahkan, tren pertumbuhan ini secara umum mencerminkan adanya peningkatan efisiensi dan produktivitas di sektor jasa, serta adaptasi terhadap tantangan dinamika ekonomi global dan tekanan dari sektor sumber daya alam.

Dibandingkan dengan tahun 2024, capaian ini merupakan lonjakan yang cukup signifikan dan menunjukkan tren positif yang perlu didukung secara berkelanjutan. Pada 2024, pertumbuhan ekonomi hanya sebesar 1,71 persen, dengan angka PDRB di tingkat yang lebih rendah. Kegiatan ekonomi yang lebih berorientasi pada jasa diharapkan dapat membuka lapangan pekerjaan baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara umum.

Boby menegaskan bahwa pergeseran sumber pertumbuhan ini harus didukung dengan pengembangan infrastruktur dan peningkatan kapasitas SDM agar sektor jasa bisa terus berkembang dan memberikan manfaat besar bagi pembangunan daerah. “Kita perlu memperkuat ekosistem ekonomi jasa, baik dari sisi pengembangan kapasitas tenaga kerja, peningkatan inovasi layanan, maupun memperluas akses pasar agar pertumbuhan ini dapat berkelanjutan dan memberi dampak positif jangka panjang,” tuturnya.

Dengan tren positif ini, Pemkab Sampang optimis bahwa perekonomian daerah akan terus menunjukkan perkembangan yang lebih baik di tahun-tahun mendatang. Penguatan sektor jasa sebagai motor utama pertumbuhan diharapkan mampu mendorong pembangunan yang lebih inklusif dan berkeadilan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas. Pemerintah daerah pun akan terus memantau dan mengoptimalkan potensi yang ada demi mewujudkan visi pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berdaya saing.


#Redaksi

×
Berita Terbaru Update