- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Ayam Panggang Pakis 'Waroeng Mbok Tin': Magnet Kuliner Lereng Muria yang Laris Manis Diburu Pemudik dan Wisatawan Saat Lebaran

Sabtu, 21 Maret 2026 | 3/21/2026 09:46:00 AM WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-21T02:46:53Z
Waroeng Mbok Tin di Kudus jadi magnet kuliner lereng Muria, laris manis diburu pemudik dan wisatawan saat Lebaran. Ayam panggang pakis jadi andalan, paduan rasa tradisional dan lokal yang otentik dengan harga terjangkau.

KUDUS, Liputan12.com – Di tengah sejuknya suasana lereng Gunung Muria, tepatnya di Desa Kajar, sebuah warung sederhana bernama Waroeng Mbok Tin menjelma menjadi magnet kuliner yang tak pernah sepi pengunjung. Terlebih lagi, selama bulan suci Ramadan hingga puncak perayaan Lebaran, warung ini ramai diserbu pecinta kuliner yang memburu sajian khasnya: ayam panggang pakis. Hidangan ini menawarkan perpaduan harmonis antara resep tradisional turun-temurun dengan cita rasa khas lokal pegunungan yang otentik.

Nofi Mahmud Subarkah, pemilik dan pengelola Waroeng Mbok Tin, mengungkapkan bahwa sajian andalannya ini bukanlah sekadar menu biasa. Ayam panggang yang menjadi primadona di sini merupakan hasil racikan resep turun-temurun keluarga yang telah teruji kelezatannya dari generasi ke generasi. Resep ayam panggang tersebut kemudian dipadukan secara cermat dengan pecel pakis, sayuran khas lereng Muria yang tumbuh subur di dataran tinggi.

"Menu favorit di sini tak lain adalah ayam panggang pakis. Ini memang kami ciptakan dari resep keluarga yang kaya rasa, kemudian kami kombinasikan dengan pecel pakis yang sudah menjadi ciri khas dan kebanggaan daerah sini," ujar Nofi pada Sabtu (21/3/2026), menjelaskan rahasia di balik popularitas hidangannya.

Keunikan istimewa dari hidangan ini terletak pada paduannya dengan pecel pakis khas lereng Muria. Tanaman pakis yang digunakan bukan sembarang pakis, melainkan jenis pakis pilihan yang tumbuh liar di kawasan pegunungan dengan kondisi lembap dan udara yang bersih. Pakis-pakis ini diolah menjadi pecel dengan bumbu khas, menghasilkan cita rasa yang segar, sedikit renyah, dan aroma tanah yang unik, memberikan sensasi berbeda dan tak terlupakan saat disantap bersama lembutnya daging ayam panggang.

Waroeng Mbok Tin secara konsisten mengusung konsep masakan tradisional yang ramah bagi semua kalangan. Menu yang disajikan sangat cocok untuk dinikmati bersama keluarga, terutama di momen-momen kebersamaan seperti perayaan Lebaran. "Konsep kami memang menonjolkan masakan tradisional, jadi sangat pas untuk dinikmati bersama keluarga besar. Kami ingin menghadirkan suasana makan yang sederhana namun penuh kesan mendalam, menciptakan memori indah bagi setiap pengunjung," tutur Nofi, memaparkan visinya.

Momen Ramadan dan Lebaran tahun ini memang membawa berkah luar biasa bagi Waroeng Mbok Tin. Nofi menyebutkan terjadi lonjakan penjualan yang sangat signifikan, mencapai hingga 200 persen dibandingkan hari-hari biasa. "Alhamdulillah, penjualan kami meningkat drastis. Untuk menu ayam panggang pakis saja, kami bisa menjual lebih dari 100 porsi dalam sehari," ungkapnya dengan nada syukur.

Popularitas Waroeng Mbok Tin tak hanya terbatas di Kudus. Lonjakan pengunjung ini tak lepas dari banyaknya pelanggan yang datang, baik dari wilayah sekitar maupun dari luar kota. Pengunjung diketahui berdatangan dari berbagai daerah di sepanjang jalur Pantura seperti Jepara, Kudus, Pati, hingga Demak. Bahkan, tidak sedikit pula wisatawan dari luar kota yang sengaja menyempatkan diri untuk singgah dan mencicipi menu khas lereng Muria tersebut.

Selain rasa yang khas dan autentik, daya tarik lain yang membedakan Waroeng Mbok Tin adalah cara penyajian ayam panggang yang unik dan menggoda selera. Ayam-ayam panggang disajikan dengan cara digantung, menciptakan visual yang menarik dan berbeda dari warung tradisional pada umumnya. "Kami ingin tetap mempertahankan esensi tradisional, tetapi dengan sentuhan kekinian dalam penyajian. Jadi, tampilannya juga kami buat semenarik mungkin agar menggugah selera," jelas Nofi.

Meskipun menawarkan sensasi kuliner yang istimewa dan pengalaman makan yang unik, Waroeng Mbok Tin tetap menjaga harga agar tetap terjangkau oleh semua kalangan. Menu yang ditawarkan dibanderol mulai dari Rp10.000 hingga paket lengkap seharga Rp120.000, memungkinkan semua lapisan masyarakat untuk menikmati kelezatan ayam panggang pakis ini.

Nofi menegaskan bahwa inovasi adalah kunci utama untuk bertahan dan berkembang di industri kuliner yang kompetitif. Namun, inovasi tersebut harus tetap berakar pada identitas lokal yang menjadi kekuatan utama Waroeng Mbok Tin. "Kami terus berinovasi mengikuti kebutuhan dan selera pasar, tetapi tanpa sedikit pun meninggalkan ciri khas tradisional dan cita rasa lokal yang sudah menjadi identitas kami. Itu yang membuat pelanggan terus berdatangan dan Waroeng Mbok Tin menjadi pilihan utama," pungkasnya.

Dengan perpaduan sempurna antara rasa autentik yang dihasilkan dari resep turun-temurun, nuansa alami lereng Muria, dan sentuhan inovasi dalam penyajian, Waroeng Mbok Tin berhasil melampaui sekadar tempat makan. Ia menjelma menjadi destinasi kuliner wajib yang menghadirkan pengalaman tak terlupakan bagi setiap pengunjung, terutama di momen perayaan Lebaran yang penuh kebersamaan.


(Tomy)

×
Berita Terbaru Update