- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

SMAS Al-Arifin Cangak Pacu Mutu Pendidikan di Era Digital: Gelar Workshop "Gusi Ceral" Bekali Guru dengan Kecakapan AI untuk Pembelajaran Abad 21

Senin, 09 Februari 2026 | 2/09/2026 02:06:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-09T07:29:45Z

SAMPANG, Liputan12.com - SMAS Al-Arifin Cangak, yang terletak di Desa Tamberu Barat, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan mutu pendidikan di era digital. Sebagai respons terhadap perkembangan teknologi yang pesat, sekolah ini menggelar Workshop Peningkatan Kompetensi Guru dengan tema inovatif "Gusi Ceral" (Guru dan Siswa Cerdas AI). Kegiatan ini dirancang khusus untuk membekali para pendidik dengan keterampilan praktis dalam menyusun perangkat ajar pembelajaran yang mendalam dan interaktif, dengan memanfaatkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai alat bantu utama. 

(Senin, 09-02-2026)

Workshop yang berlangsung selama sehari penuh ini menghadirkan Fahrur Rosyi, S.Pd. M.Pd., seorang pengawas dan pendamping dari Kantor Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Sampang, yang memiliki reputasi sebagai inovator pendidikan. Fahrur Rosyi didampingi oleh Holiqin Nur, staf dari Cabang Dinas Pendidikan yang juga memiliki dedikasi tinggi dalam memajukan kualitas pendidikan di wilayah tersebut. Keduanya memiliki visi yang sama, yaitu menjadi pembina guru yang handal, memberikan pendampingan profesional yang berkelanjutan, serta memastikan bahwa para guru memiliki kompetensi yang relevan dengan tuntutan zaman demi keberhasilan belajar para siswa.

Para peserta workshop, yang terdiri dari seluruh dewan guru SMAS Al-Arifin Cangak, terlihat sangat antusias dan bersemangat dalam mengikuti setiap sesi pelatihan. Mereka menyadari bahwa penguasaan teknologi AI bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah kebutuhan mendesak dalam dunia pendidikan saat ini.

Dalam workshop ini, para guru dibekali dengan berbagai keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar di kelas, antara lain:

1. Merancang Perangkat Ajar dengan Sentuhan AI: Para guru diajarkan langkah-langkah praktis dalam membuat Capaian Pembelajaran (CP), Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk semua mata pelajaran dengan memanfaatkan AI, khususnya platform Gemini. Fahrur Rosyi menyediakan berbagai "prompt" atau perintah yang dirancang khusus untuk membantu guru dalam menghasilkan perangkat ajar yang relevan, terukur, dan berkualitas tinggi. Dengan bantuan AI, proses penyusunan perangkat ajar menjadi lebih efisien dan efektif, sehingga guru memiliki lebih banyak waktu untuk berfokus pada interaksi dan pendampingan siswa.

2. Menciptakan Kuis Interaktif yang Memotivasi: Para guru juga mendapatkan pelatihan intensif dalam membuat kuis interaktif yang menarik dan memotivasi siswa dengan menggunakan platform Kahoot. Kuis-kuis ini dapat digunakan sebagai alat evaluasi yang menyenangkan dalam Ulangan Harian (UH) maupun Ujian Semester, sehingga siswa merasa lebih engaged dan termotivasi untuk belajar.

Suasana workshop berlangsung sangat interaktif dan kolaboratif. Para guru saling berbagi pengalaman dan ide-ide kreatif dalam memanfaatkan AI untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Mereka juga aktif bertanya dan berdiskusi dengan narasumber untuk mendapatkan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi dalam praktik mengajar sehari-hari.

Kepala SMAS Al-Arifin Cangak, Haridah, S.Pd. M.M., menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Fahrur Rosyi dan Hiliqin Nur atas kesediaan mereka untuk berbagi ilmu dan pengalaman kepada para guru di sekolahnya. Ia berharap, workshop ini dapat menjadi momentum bagi para guru untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pembelajaran di SMAS Al-Arifin Cangak.

"Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Fahrur Rosyi dan Bapak Holiqin Nur atas bimbingan dan inspirasinya. Workshop ini memberikan wawasan baru dan keterampilan praktis yang sangat berharga bagi kami. Kami berharap, para guru dapat memanfaatkan AI secara optimal dalam menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, mendalam, dan relevan dengan kebutuhan siswa di era digital ini," ujar Haridah.

Holiqin Nur dan Fahrur Rosyi, saat diwawancarai oleh awak media, menekankan pentingnya adaptasi teknologi dalam dunia pendidikan. Menurut mereka, AI bukan untuk menggantikan peran guru, melainkan untuk membantu guru dalam melaksanakan tugasnya dengan lebih efektif dan efisien. Mereka juga berharap, semakin banyak guru yang termotivasi untuk belajar dan mengembangkan diri dalam memanfaatkan teknologi untuk kemajuan pendidikan di Indonesia.


#Redaksi

×
Berita Terbaru Update