SLAWI , LIPUTAN 12 . COM - Pemerintah Kabupaten Tegal menggelar rapat koordinasi mitigasi bencana menyikapi potensi puncak musim hujan yang diperkirakan berlangsung hingga pertengahan Maret. Rapat di gelar di Ruang Rapat Sekda Kabupaten Tegal Rabu (18/02/2026).
Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman memimpin rapat untuk memastikan kesiapsiagaan menghadapi ancaman banjir dan longsor. Dalam forum tersebut dibahas pula dukungan dari berbagai pihak, termasuk distribusi paket sembako dan relokasi lahan terdampak, guna menjamin pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di tengah potensi cuaca ekstrem.
Ischak menjelaskan bahwa sedimentasi sungai dan penyempitan jembatan menjadi penyebab utama banjir di sejumlah wilayah. Ia menegaskan, penanganan harus dilakukan melalui skema darurat tanpa terhambat persoalan kewenangan.
“Kita tidak bisa menunggu terlalu lama. Jika menunggu kewenangan PSDA, penanganan akan terhambat. Ini bencana banjir, sehingga langkah darurat harus diambil dengan normalisasi segera. Datangkan alat berat dalam satu hingga dua hari ke depan, baik melalui BTT maupun mekanisme lain, yang penting segera ditangani,” tegasnya.
Selain normalisasi, Ischak meminta percepatan inventarisasi pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana tanah bergerak, baik secara komunal maupun mandiri.
“Segera inventarisasi pengajuan huntara, termasuk huntara mandiri, agar tidak ada warga terdampak yang luput dari perhatian,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya koordinasi lanjutan dengan pemerintah pusat terkait perpanjangan masa tanggap darurat, seraya menyampaikan bahwa surat pengajuan perpanjangan telah diajukan.
“Yang terpenting, masyarakat dalam kondisi darurat tidak boleh kekurangan layanan,” tandasnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala BPBD Kabupaten Tegal Muhammad Afifudin melaporkan sejumlah titik rawan, seperti Sidaharja dan Jembatan Cenang, masih dalam tahap verifikasi teknis.
“Kami memastikan kelayakan lokasi dalam program Jembatan Merah Putih serta segera mengajukan BTT untuk penyewaan alat berat,” jelasnya.
Afifudin menambahkan, kendala cuaca sempat menghambat penurunan alat berat di sejumlah titik sungai.
“Hujan lebat menyebabkan alat berat belum dapat diturunkan. Jika cuaca memungkinkan, proses akan dilanjutkan esok hari,” ujarnya.
Terkait dukungan logistik, ia menyebut stok sembako masih mencukupi meskipun terdapat kekurangan bahan pelengkap dan tenaga relawan.
(Ag)
