- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Polres Tegal Siagakan Personel, Monitoring dan Amankan Lokasi Bencana Tanah Bergerak di Jatinegara

Senin, 23 Februari 2026 | 2/23/2026 01:27:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-23T06:27:35Z

Jatinegara, Liputan12.com - Polres Tegal terus menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara. Personel Polres Tegal terus melaksanakan monitoring, pengamanan, serta pelayanan kepada masyarakat terdampak bencana tanah bergerak pada Minggu (22/02/2026).

Kegiatan ini merupakan respons cepat Polri dalam menjaga keselamatan masyarakat serta memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif di lokasi bencana. Selain melakukan pengamanan, personel juga aktif mengumpulkan bahan keterangan (Pulbaket) terkait perkembangan situasi terkini di wilayah terdampak.

Berdasarkan data terbaru, bencana tanah bergerak ini telah berdampak pada 900 rumah warga, dengan rincian 405 unit rusak berat, 190 unit rusak sedang, 96 unit rusak ringan, 164 unit kategori masih baik, serta tambahan pendataan dari pemerintah desa sebanyak 45 unit. Selain itu, sejumlah fasilitas sosial, peribadatan, pendidikan, pemerintahan, dan infrastruktur jalan serta irigasi juga mengalami kerusakan yang cukup signifikan.

Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo, S.H., S.I.K., M.H. melalui Kasat Intelkam AKP Surahno, S.H., M.H. menyampaikan bahwa pihak kepolisian bersama dengan TNI, BPBD, PMI, dan pemerintah daerah terus melakukan evakuasi warga secara bertahap sesuai dengan kondisi tanah yang masih aktif bergerak akibat curah hujan tinggi. Saat ini, tercatat sebanyak 760 kepala keluarga atau 2.325 jiwa yang mengungsi dan tersebar di sejumlah titik pengungsian.

Untuk menjaga keamanan, Pleton Siaga Bencana Bhayangkara Polres Tegal melaksanakan patroli malam dan pengamanan di rumah-rumah warga yang ditinggalkan oleh pengungsi. Hal ini dilakukan guna mencegah terjadinya tindak kriminalitas yang dapat meresahkan masyarakat. Selain itu, distribusi logistik juga dilakukan secara terpusat melalui posko induk guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak terpenuhi dengan baik.

Selain fokus pada pengamanan, layanan kesehatan terpadu juga terus berjalan di beberapa posko pengungsian. Petugas kesehatan memberikan pelayanan medis, pemeriksaan rutin, serta rujukan bagi pasien yang membutuhkan penanganan lanjutan. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 1.261 kasus yang telah mendapatkan pelayanan kesehatan di posko-posko pengungsian.

Dalam upaya pemulihan pasca bencana, pemerintah daerah bersama dengan stakeholder terkait tengah menyiapkan pembangunan hunian sementara di Desa Capar, Kecamatan Jatinegara. Pembangunan hunian sementara ini ditujukan sebagai solusi relokasi bagi warga yang rumahnya terdampak bencana tanah bergerak. Proses pembangunan direncanakan akan berlangsung hingga pertengahan Maret 2026.

Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo, S.H., S.I.K., M.H. menegaskan komitmen Polri untuk terus hadir membantu masyarakat yang terdampak bencana. "Kami memastikan seluruh personel terus siaga di lokasi bencana untuk memberikan rasa aman, membantu proses evakuasi, serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi. Polri akan selalu hadir bersama masyarakat dalam setiap situasi, terutama saat masyarakat membutuhkan," ujarnya.

Kapolres Tegal juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi pergerakan tanah susulan, terutama mengingat curah hujan yang masih tinggi. Ia juga meminta masyarakat untuk mematuhi arahan dari petugas di lapangan demi keselamatan bersama.

Melalui kegiatan ini, Polri menunjukkan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat dalam situasi darurat. Sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, Polri berupaya semaksimal mungkin untuk memastikan keamanan, keselamatan, dan pemenuhan kebutuhan warga yang terdampak bencana.


(Ag)

×
Berita Terbaru Update