Kuningan, Liputan12.com - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kuningan menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pembinaan dan perlindungan terhadap warga binaan perempuan dengan menjalin kemitraan strategis bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPA) Kabupaten Kuningan. Silaturahmi dan koordinasi yang dilakukan pada Senin (23/2) di Kantor DPPA Kabupaten Kuningan ini merupakan langkah awal dalam membangun kolaborasi lintas sektor yang konstruktif.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan, Sukarno Ali, beserta jajaran pejabat struktural, serta Sekretaris Dinas dan Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dari pihak DPPA Kabupaten Kuningan. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban, mencerminkan semangat kolaborasi yang kuat antara kedua instansi.
Dalam pertemuan tersebut, berbagai agenda strategis dibahas secara mendalam, dengan fokus utama pada penguatan program pembinaan bagi warga binaan perempuan di dalam Lapas. Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah program penerima Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar posyandu, ibu hamil, ibu menyusui, serta lansia. Kedua belah pihak sepakat untuk menjajaki kemungkinan sinergi program pemenuhan gizi bagi kelompok rentan tersebut dengan program-program yang ada di Lapas, khususnya yang berkaitan dengan kesehatan dan kesejahteraan warga binaan perempuan.
Selain itu, Lapas Kuningan juga memaparkan berbagai program pembinaan yang telah berjalan selama ini, meliputi pembinaan kepribadian, pembinaan kemandirian, serta penguatan perlindungan hak-hak perempuan. DPPA Kabupaten Kuningan menyambut baik upaya-upaya tersebut dan menyatakan dukungannya untuk memberikan pendampingan dan kerja sama teknis guna mengoptimalkan layanan pembinaan dan perlindungan bagi warga binaan perempuan.
Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan, Sukarno Ali, menekankan bahwa sinergi dengan DPPA Kabupaten Kuningan merupakan bagian dari komitmen Lapas untuk menghadirkan program pembinaan yang lebih komprehensif dan berperspektif gender. Ia berharap, melalui kolaborasi ini, pembinaan warga binaan perempuan tidak hanya berfokus pada aspek kemandirian ekonomi, tetapi juga pada aspek perlindungan dan pemenuhan hak-hak dasar sebagai seorang perempuan.
"Kolaborasi dengan DPPA menjadi langkah penting agar pembinaan warga binaan perempuan tidak hanya berfokus pada aspek kemandirian, tetapi juga perlindungan dan pemenuhan hak-haknya," ujar Sukarno Ali.
Melalui kegiatan silaturahmi dan koordinasi ini, diharapkan dapat terbangun kerja sama yang berkelanjutan antara Lapas Kuningan dan DPPA Kabupaten Kuningan. Kerja sama ini akan diwujudkan melalui penyusunan program-program bersama yang terarah dan dukungan teknis yang berkelanjutan. Sinergi yang solid antara kedua instansi diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembinaan dan memastikan perlindungan yang optimal bagi seluruh warga binaan perempuan di Lapas Kelas IIA Kuningan.
(Bung Arya)
