Foto Saat Acara Dimulai
SAMPANG, Liputan12.com – Semangat membangun masa depan Sokobanah yang lebih baik terpancar dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Sampang, yang digelar di Kecamatan Sokobanah. Acara ini menjadi wadah bagi pemerintah dan masyarakat untuk merumuskan rencana pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan riil di wilayah tersebut, dengan mengusung tema "Mendorong Peningkatan Daya Saing Daerah dan Kualitas Layanan Dasar yang Merata", (04-02-2026).
Wakil Bupati Sampang, H. Ahmad Mahfud, mengawali kegiatan dengan menyerahkan santunan kepada anak-anak yatim, sebagai wujud kepedulian pemerintah terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus. Selanjutnya, Camat Sokobanah, Sapata Nuris Ramlan, menyampaikan berbagai permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Camat Sapta Nuris Ramlan menyoroti pentingnya peningkatan infrastruktur jalan sebagai urat nadi perekonomian masyarakat. Ia menyebutkan beberapa ruas jalan yang kondisinya memprihatinkan, yaitu akses Tamberu menuju Karangpenang, Sokobanah Daya ke Tobai Timur, serta Tobai Tengah ke Tobai Barat. Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa Kecamatan Sokobanah belum memiliki batas wilayah yang jelas dan baru mendapatkan bantuan sederhana dari Petronas berupa lampu LED serta Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Selain masalah infrastruktur, Camat Sokobanah juga mengidentifikasi beberapa permasalahan lain yang perlu segera ditangani, yaitu:
1. Pengelolaan Sampah: Sistem pengelolaan sampah yang belum optimal menjadi masalah serius di Sokobanah.
2. Penyediaan Air Bersih: Akses air bersih masih menjadi kendala bagi sebagian masyarakat, terutama di Sokobanah Daya dan Tamberu Barat.
3. Tanggul Laut: Pembangunan tanggul laut dibutuhkan untuk melindungi wilayah pesisir dari abrasi.
4. Saluran Air Banjir: Perbaikan dan peningkatan saluran air diperlukan untuk mengatasi masalah banjir.
5. Ancaman Longsor: Wilayah Tobai Barat dan Tobai Tengah memiliki kondisi tanah yang labil dan rawan longsor.
Menanggapi permasalahan tersebut, Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Sampang, Salim, menjelaskan bahwa pemerintah pusat memiliki kebijakan yang berbeda dengan pemerintah desa. Ia berharap perbedaan ini tidak membebani pemerintah desa dan tetap mengacu pada kekuatan anggaran daerah. Terkait permintaan masyarakat tentang pengeboran air bersih, ia menyampaikan bahwa ada alokasi anggaran untuk 20 titik pengeboran pada tahun 2027. Untuk solusi masalah sampah, pihaknya telah menghubungi dinas terkait dan melakukan studi banding ke salah satu desa di Kabupaten Pasuruan yang memiliki program pengelolaan sampah yang baik. Ia berharap solusi yang baik dapat diterapkan di Kabupaten Sampang.
Wakil Bupati H. Ahmad Mahfud, yang akrab disapa Ra Mahfud, menanggapi semua permasalahan yang disampaikan oleh Camat Sokobanah. Ia mengakui adanya keterbatasan anggaran yang dihadapi oleh pemerintah daerah. Namun, ia menegaskan bahwa ia sangat peduli dengan kondisi masyarakat Sokobanah dan akan berupaya semaksimal mungkin untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. Ia mencontohkan pengecoran jalan yang dilakukan secara swadaya oleh masyarakat sebagai bentuk kepedulian bersama. Ia juga memohon doa restu agar Bupati Sampang berhasil melobi pemerintah pusat untuk mendapatkan tambahan anggaran karena saat ini Bupati sedang aktif berupaya mendapatkan dana dari pusat.
Selain itu, Ra Mahfud juga menegaskan bahwa Program Universal Health Coverage (UHC) di Sampang tetap berlanjut dan menjadi prioritas pemerintah daerah. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memberikan akses layanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau bagi seluruh masyarakat.
Musrenbang RKPD di Kecamatan Sokobanah ini diharapkan dapat menghasilkan rencana pembangunan yang komprehensif dan inklusif, serta mampu menjawab berbagai tantangan dan kebutuhan masyarakat.
Dengan sinergi dan kolaborasi dan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan Kecamatan Sokobanah dapat terus berkembang dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya secara berkelanjutan. Musrenbang menjadi bukti nyata komitmen pemerintah untuk mendengarkan aspirasi masyarakat dan mewujudkan pembangunan yang berkeadilan dan merata.
#Redaksi


