- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

MMU Tamberu Barat Semarakkan Haflatul Imtihan: Tradisi Pendidikan Islam Non Formal Terus Menyala di Pantura Madura, "Ilmu Tanpa Agama Lumpuh, Agama Tanpa Ilmu Buta"

Rabu, 04 Februari 2026 | 2/04/2026 09:13:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-04T14:58:53Z

SAMPANG, Liputan12.com - Di tengah gemerlap malam, Dusun Cangak, Desa Tamberu Barat, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, memancarkan aura keilmuan dan kebersamaan. Madrasah Miftahul Ulum (MMU), sebagai mercusuar pendidikan Islam non formal di wilayah pantura Pulau Madura, kembali menggelar Haflatul Imtihan dan Wisuda bagi para santri TK Al-Qur'an, Madrasah Diniah Ula, dan Wustho. (04-02-2026)

Lebih dari sekadar perayaan kelulusan, Haflatul Imtihan ini menjadi momentum penting bagi MMU untuk menegaskan eksistensinya sebagai lembaga pendidikan yang berkomitmen mencetak generasi Qurani yang berakhlak mulia, berilmu amaliah, dan beramal ilmiah. Masyarakat dan wali santri pun bahu-membahu, menyumbangkan tenaga dan materi, demi menyukseskan acara yang sarat makna ini.

K. Achmad Farid Kustolani, Kepala MMU, dengan penuh semangat menjelaskan bahwa Haflatul Imtihan merupakan agenda rutin tahunan yang selalu dinantikan oleh seluruh keluarga besar MMU. Persiapan acara ini, kata beliau, selalu diawali dengan musyawarah yang melibatkan wali santri dan tokoh masyarakat, demi merumuskan konsep acara dan menggalang dukungan anggaran.

"Alhamdulillah, wali santri dan para simpatisan selalu solid dan berkomitmen untuk menyelenggarakan Haflatul Imtihan. Ini adalah wujud syukur kita kepada Allah SWT atas karunia ilmu yang telah diberikan kepada anak-anak kita. Sebagaimana kata Sayyidina Ali bin Abi Thalib, 'Ilmu itu lebih baik daripada harta. Ilmu menjaga engkau, sementara engkau menjaga harta. Ilmu itu hakim, sementara harta terhukum,'" ujar K. Achmad Farid Kustolani di hadapan awak media.

Rangkaian acara Haflatul Imtihan digelar secara bertahap, dimulai dengan berbagai perlombaan yang diikuti oleh seluruh santri MMU. Perlombaan ini dirancang untuk mengasah kemampuan, kreativitas, dan sportivitas para santri.

Puncak acara Haflatul Imtihan dibagi menjadi dua malam yang sarat dengan makna dan hiburan. Pada malam pertama, para hadirin disuguhi dengan berbagai penampilan seni Islami yang memukau, pemberian hadiah bagi para santri berprestasi, prosesi wisuda tahfidz Qur'an bagi para penghafal Al-Qur'an, serta momen perpisahan yang mengharukan dengan para guru tugas yang telah mengabdikan diri di MMU.

"Malam ini adalah malam yang penuh dengan kebahagiaan dan keharuan. Kita menyaksikan penampilan-penampilan yang memukau dari para santri, memberikan penghargaan kepada mereka yang telah berjuang meraih prestasi, serta melepas guru-guru yang telah menginspirasi dan membimbing mereka," tuturnya.

Pada malam kedua, yang merupakan acara inti Haflatul Imtihan, kegiatan diisi dengan santunan anak yatim, pemberian hadiah bagi para santri peraih ranking kelas, wisuda bagi para santri Madrasah Diniah, serta ceramah agama atau pengajian umum yang mengangkat tema tentang pentingnya pendidikan.

"Pada malam kedua ini, kita akan berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim, memberikan penghargaan kepada para santri yang telah menunjukkan prestasi gemilang di kelas, serta menyimak ceramah agama yang akan memberikan pencerahan bagi kita semua. Sebagaimana ungkapan bijak, 'Ilmu tanpa agama lumpuh, agama tanpa ilmu buta,'" jelasnya.

Ketua Yayasan/Pengasuh PP. Al-Arifin, yang menaungi LPI Madrasah Miftahul Ulum K.Sufyan, menekankan pentingnya pendidikan agama Islam sejak usia dini sebagai fondasi utama dalam membentuk karakter dan kepribadian yang luhur. Beliau menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan LPI Madrasah Miftahul Ulum sebagai lembaga pendidikan yang berkualitas dan berdaya saing, serta mampu mencetak generasi yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, dan cinta tanah air.

"Pendidikan agama Islam adalah fondasi utama dalam membentuk karakter dan kepribadian anak-anak kita. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di LPI Madrasah Miftahul Ulum agar dapat menghasilkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia dan berpegang teguh pada nilai-nilai agama Islam. Sebagaimana Imam Syafi'i pernah berkata, 'Barangsiapa yang menginginkan dunia, hendaklah ia memiliki ilmu. Barangsiapa yang menginginkan akhirat, hendaklah ia memiliki ilmu. Dan barangsiapa yang menginginkan keduanya, hendaklah ia memiliki ilmu,'" pungkasnya dengan penuh harap.


#Redaksi

×
Berita Terbaru Update