Sampang, Liputan12.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, bukan hanya sekadar inisiatif untuk meningkatkan gizi anak-anak, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi lokal dengan perputaran uang mencapai miliaran rupiah setiap harinya. Data terbaru dari Satgas MBG Sampang menunjukkan dampak signifikan program ini terhadap perekonomian daerah, namun kualitas gizi dan dampak berkelanjutan tetap menjadi prioritas utama.
Per tanggal 24 Februari 2026, tercatat 115 Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) telah aktif beroperasi di seluruh wilayah Sampang. Setiap SPPG ini, dengan aktivitas dapur yang intensif, diperkirakan mampu memutar roda ekonomi sebesar Rp2,875 miliar setiap hari. Angka fantastis ini membuktikan bahwa program MBG memiliki potensi besar dalam menggerakkan sektor ekonomi mikro dan menengah di Sampang.
Sekretaris Satgas MBG Sampang, Sudarmanto, menekankan bahwa kesuksesan program MBG tidak boleh hanya dilihat dari angka perputaran uang semata. Kualitas gizi makanan yang disajikan kepada anak-anak penerima manfaat harus menjadi perhatian utama. "Kami terus mengingatkan kepada seluruh pengelola SPPG agar tidak hanya berorientasi pada keuntungan. Kualitas dan kandungan gizi makanan harus tetap menjadi prioritas utama," tegas Sudarmanto.
Setiap SPPG bertanggung jawab untuk menyiapkan sekitar 2.500 porsi makanan setiap harinya. Dengan anggaran Rp10.000 per porsi, setiap SPPG mengelola dana sebesar Rp25 juta per hari. Jika dikalikan dengan jumlah SPPG yang ada, maka total anggaran yang berputar setiap hari mencapai hampir Rp2,9 miliar. Dana ini sebagian besar mengalir kepada para pedagang lokal, petani, peternak, dan pelaku UMKM yang menjadi pemasok bahan makanan bagi SPPG.
Selain dampak ekonomi, program MBG juga menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat Sampang. Setiap SPPG rata-rata menyerap sekitar 47 pekerja, mulai dari juru masak, tenaga pengantar makanan, hingga tenaga administrasi. Dengan demikian, program ini telah menciptakan lebih dari 5.400 lapangan kerja baru di seluruh wilayah Sampang.
Namun, Sudarmanto mengingatkan agar seluruh pihak yang terlibat dalam program MBG tidak terlena dengan kesuksesan yang telah diraih. Pengawasan ketat terhadap kualitas makanan, pengelolaan anggaran yang transparan dan akuntabel, serta dampak jangka panjang program terhadap kesehatan dan kesejahteraan anak-anak Sampang harus terus menjadi perhatian utama.
"Kami akan terus melakukan evaluasi dan monitoring secara berkala terhadap seluruh SPPG. Jika ditemukan adanya pelanggaran atau penyimpangan, kami tidak segan-segan untuk memberikan sanksi tegas," tandas Sudarmanto.
Pemerintah Kabupaten Sampang berharap, program MBG dapat menjadi contoh sukses bagi daerah lain dalam upaya meningkatkan gizi anak-anak sekaligus menggerakkan ekonomi lokal. Dengan pengelolaan yang baik dan dukungan dari seluruh pihak, program ini diharapkan dapat memberikanmanfaat yang berkelanjutan, tidak hanya dalam bentuk ekonomi, tetapi juga dalam peningkatan kualitas kesehatan dan pendidikan anak-anak di Kabupaten Sampang. Upaya ini diharapkan mampu menciptakan generasi bangsa yang lebih sehat, cerdas, dan mampu bersaing di masa depan.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Sampang, sebagai bagian dari tim pengawas, menambahkan bahwa keberhasilan program MBG harus didukung juga oleh inovasi dan inovatif dalam pengelolaan dapur dan distribusi makanan. Ia mengingatkan bahwa keberlanjutan program ini harus dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan efisiensi.
Selain itu, masyarakat dan orang tua siswa pun diharapkan turut berperan aktif dalam mengawasi jalannya program ini. Partisipasi masyarakat dalam monitoring dan evaluasi akan membuat program lebih akuntabel dan terus berbenah ke arah yang lebih baik.
Guna memperkuat keberhasilan program, pihak Satgas MBG Sampang berencana mengintegrasikan berbagai pihak terkait, seperti Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan, dan aparat desa, guna memastikan kualitas pangan, keamanan, serta keberlanjutan pasokan bahan baku.
Dukungan dan sinergi ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa program MBG tidak hanya berhenti pada pencairan dana dan produksi makanan, tetapi benar-benar memberi manfaat dalam jangka panjang, khususnya dalam mengatasi masalah stunting, meningkatkan angka partisipasi belajar, dan memperkuat perekonomian petani dan pelaku UMKM.
Dengan keberhasilan yang terus dipertahankan dan ditingkatkan, diharapkan bahwa Kabupaten Sampang tidak hanya menjadi contoh dalam pengelolaan program gizi dan ekonomi, tetapi juga mampu memotivasi kabupaten/kota lain di Indonesia dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang inklusif dan mensejahterakan rakyat.
#Redaksi
