- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Khofifah Pimpin Gerakan Bersih Pantai di Tambak Wedi, Sentil Penanganan Sampah Masif di Jatim

Jumat, 06 Februari 2026 | 2/06/2026 04:08:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-06T09:08:14Z

SURABAYA, Liputan12.com - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memimpin langsung aksi bersih-bersih (kurve) sampah di Pantai Tambak Wedi, Surabaya, pada Jumat lalu. Kegiatan ini melibatkan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jatim dan ribuan peserta dari berbagai elemen masyarakat, sebagai langkah awal untuk mengatasi permasalahan sampah secara masif di Jawa Timur.

"Gerakan ini harus dilakukan secara paralel, maraton, dan masif di seluruh kabupaten/kota, tidak hanya apel saja tetapi juga gerakan yang sama kemudian diikuti di tingkat kecamatan, desa se Jawa Timur, dalam waktu yang sangat cepat, sangat disegerakan," tegas Khofifah di sela-sela kegiatan.

Khofifah menekankan bahwa aksi kurve sampah pantai ini menjadi pintu masuk bagi gerakan pengelolaan sampah yang lebih luas, hingga ke tingkat rukun tetangga dan rukun warga (RT/RW) di seluruh desa dan kelurahan di Jawa Timur.

Kegiatan bersih-bersih pantai ini diikuti oleh sekitar 1.500 peserta yang berasal dari unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kota Surabaya, Pramuka, Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA UNAIR), serta masyarakat umum.

Khofifah menjelaskan bahwa gerakan ini sejalan dengan perhatian Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto terhadap penanganan sampah nasional melalui program Gerakan Indonesia Asri, yang menekankan kondisi aman, sehat, resik, dan indah.

"Kita ingin mewujudkan pantai dan kawasan wisata di Jatim bersih, asri, nyaman dan menarik bagi wisatawan. Ini adalah tanggung jawab kita bersama," ujarnya.

Gubernur juga menyampaikan bahwa aksi kurve tidak hanya akan dilakukan di kawasan pantai, tetapi juga akan diperluas ke sungai dan lingkungan sekitar yang masih dipenuhi sampah dan tanaman enceng gondok.

"Ini dimulai dari Pantai di Tambak Wedi ini, tapi selanjutnya akan dilakukan gerakan yang sama di sungai, banyak enceng gondok dan sampah yang juga harus dibersihkan," katanya.

Khofifah menyoroti bahwa persoalan sampah, khususnya sampah laut, merupakan isu strategis nasional yang memiliki dampak signifikan terhadap lingkungan pesisir, ekosistem laut, pariwisata, perikanan, kesehatan masyarakat, serta citra bangsa.

"Jika sampah tidak tertangani dengan baik, maka akan menimbulkan efek berantai, mulai dari kerusakan lingkungan hingga kerugian ekonomi dan menurunnya kesejahteraan masyarakat pesisir," jelasnya.

Data dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) tahun 2024 menunjukkan bahwa timbulan sampah di Jatim mencapai 6.577.816,49 ton per tahun, dengan tingkat pengelolaan sebesar 54,96 persen. Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah di Jatim masih perlu ditingkatkan.

Dinas Lingkungan Hidup Jatim mencatat bahwa dalam aksi kurve sampah pantai di Tambak Wedi, berhasil dikumpulkan sebanyak 2.785,855 kilogram sampah, yang didominasi oleh sampah plastik.

Khofifah berharap kegiatan bersih-bersih pantai ini menjadi gerakan berkelanjutan dan mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah demi mewujudkan Jatim yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan, mulai dari membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, hingga melakukan pengelolaan sampah secara mandiri di rumah tangga. Dengan upaya bersama, Khofifah yakin bahwa Jawa Timur dapat menjadi provinsi yang bersih, asri, dan berkelanjutan.


#Redaksi

×
Berita Terbaru Update