Sampang, Liputan12.com - Desa Tamberu Barat, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, seolah disulap menjadi lautan manusia pada Minggu (01/02/2026). Ribuan warga dari berbagai penjuru Madura tumpah ruah di Lapangan Ganas, Dusun Paniniran, untuk menyaksikan tradisi adu cepat kambing yang melegenda, "Kerapan Kambing".
Terik matahari yang menyengat kulit seolah tak dihiraukan oleh para penonton yang berdesakan di sepanjang lintasan pacuan. Sorak sorai dan yel-yel dukungan membahana, menciptakan atmosfer yang begitu meriah dan penuh semangat. Debu yang beterbangan pun tak menjadi penghalang bagi mereka untuk menyaksikan langsung aksi para "gladiator" cilik beradu kecepatan di atas lintasan.
Moarip, selaku Ketua Panitia Kerapan Kambing, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen masyarakat Tamberu Barat untuk melestarikan warisan budaya Madura yang kaya dan unik.
"Kerapan kambing bukan hanya sekadar tontonan atau hiburan semata, tetapi juga merupakan bagian penting dari identitas budaya Madura. Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan rasa cinta dan bangga terhadap budaya Madura kepada generasi muda," tutur Moarip kepada Liputan12.com.
Lebih lanjut, Moarip menjelaskan bahwa kerapan kambing kali ini diikuti oleh 128 peserta yang berasal dari berbagai kabupaten di Madura, seperti Sumenep, Pamekasan, Bangkalan, dan tentu saja Sampang. Selain sebagai ajang pelestarian budaya, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan nilai jual kambing-kambing unggulan Madura di pasaran.
Kehadiran Aries Awan Hasan (Iwan), seorang tokoh sosial yang sangat peduli terhadap pelestarian budaya Madura, semakin menambah semarak acara ini. Didampingi oleh Agus, Apel Dusun Paniniran, Iwan menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyelenggarakan kerapan kambing ini.
"Saya sangat bangga dan terharu melihat antusiasme masyarakat dalam melestarikan budaya Madura. Saya berharap, semangat ini terus berkobar dan menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus menjaga dan mengembangkan warisan budaya kita," ujar Iwan dengan nada penuh semangat.
Iwan juga mengingatkan kepada seluruh peserta dan penonton untuk menjunjung tinggi sportivitas dan menghindari segala bentuk perjudian, pertengkaran, atau konflik yang dapat merusak citra positif kerapan kambing.
"Kita semua adalah sataretanan (bersaudara) orang Madura. Mari kita jadikan kerapan kambing ini sebagai ajang untuk mempererat tali silaturahmi dan memperkuat persaudaraan kita," imbuh Iwan.
Berkat komitmen yang kuat dari seluruh pihak, perizinan keramaian dari Polres Sampang pun berhasil diterbitkan dengan nomor: SI/8/I/YAN.2.1/2026/Satintekam.
Dukungan terhadap pelestarian budaya Madura juga ditunjukkan oleh Polsek Sokobanah, Koramil Sokobanah, dan Pemerintahan Desa Tamberu Barat yang turut hadir dalam acara ini.
Kerapan kambing, sebagai tradisi adu cepat kambing yang telah lama menjadi bagian dari budaya Madura, memang memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Perlombaan yang melibatkan kambing-kambing yang diadu kecepatannya di atas lintasan khusus ini selalu berhasil memikat hati para penonton, baik tua maupun muda.
Sebagai wujud apresiasi terhadap para peserta yang telah berpartisipasi dalam melestarikan budaya Madura, panitia menyediakan hadiah yang sangat fantastis, yaitu 6 unit sepeda motor dan 2 unit sepeda listrik. Hadiah ini diharapkan dapat semakin memotivasi para peternak kambing untuk terus mengembangkan potensi kambing-kambing unggulan Madura.
Di awal pembukaan kerapan kambing ini semakin istimewa dengan penampilan tarian khas Madura yang memukau dan alunan musik Saronin yang khas, membius para penonton yang hadir.
Red.





