MALANG, Liputan12.com - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melakukan inspeksi mendalam ke Stadion Gajayana Kota Malang pada Rabu (4/2/2026), guna memastikan kesiapan lokasi tersebut sebagai pusat pelaksanaan rangkaian kegiatan Mujahadah Kubro 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan kelancaran dan keamanan acara yang akan dihadiri oleh puluhan ribu Nahdliyin dari berbagai penjuru Indonesia, serta kehadiran istimewa Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Dalam tinjauannya, Khofifah secara seksama memeriksa kesiapan berbagai sarana dan prasarana utama, termasuk pengaturan alur masuk dan keluar jemaah, aksesibilitas menuju stadion, serta aspek-aspek penting terkait keamanan dan kenyamanan para peserta.
"Dengan perkiraan kehadiran lebih dari seratus ribu warga Nahdliyin dan rencana kehadiran Bapak Presiden Prabowo Subianto, kita sebagai tuan rumah ingin memastikan semua tamu merasa nyaman dan aman selama acara berlangsung," ujar Khofifah dengan penuh perhatian.
Selain Stadion Gajayana, Gubernur Khofifah juga meninjau beberapa lokasi strategis yang akan digunakan sebagai tempat transit bagi para jemaah. Lokasi-lokasi tersebut meliputi Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur di Jalan Kawi, Kota Malang, serta sejumlah SMA dan SMK negeri yang telah disiapkan sebagai lokasi transit sementara. Pemilihan lokasi transit yang strategis ini diharapkan dapat mendukung kelancaran mobilisasi dan memberikan kenyamanan bagi para peserta dari luar kota.
"Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Mujahadah Kubro ini, sebagai bagian dari peringatan 1 Abad NU. Kami ingin memastikan bahwa semua persiapan telah dilakukan dengan maksimal dan semua lokasi berada dalam kondisi siap dan aman," tegas Khofifah.
Khofifah juga menjelaskan bahwa Mujahadah Kubro 1 Abad NU merupakan sebuah momentum spiritual yang sangat penting, di mana lebih dari seratus ribu hati akan bersatu dalam doa dan harapan. Ia menyebutnya sebagai "ketukan pintu langit", di mana doa-doa akan dipanjatkan sebagai ungkapan syukur atas segala nikmat yang telah diberikan, sekaligus sebagai permohonan perlindungan agar NU, Jawa Timur, dan seluruh bangsa Indonesia senantiasa berada dalam lindungan dan keberkahan Allah SWT.
Momentum 1 Abad NU, lanjut Khofifah, juga menjadi pengingat akan kontribusi besar yang telah diberikan oleh NU dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, merawat nilai-nilai kebangsaan, serta menghadirkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin (rahmat bagi seluruh alam) di tengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Oleh karena itu, Khofifah berharap agar Mujahadah Kubro ini tidak hanya memperkuat dimensi spiritual para warga Nahdliyin, tetapi juga semakin meneguhkan peran NU dalam kehidupan kebangsaan dan pembangunan Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas sinergi yang telah terbangun antara PWNU Jawa Timur, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, serta seluruh pemangku kepentingan terkait. Ia menekankan bahwa sinergi yang solid inilah yang menjadi kunci utama agar Mujahadah Kubro 1 Abad NU dapat terselenggara dengan lancar, tertib, aman, dan khidmat.
"Alhamdulillah, dengan sinergi yang kuat antara PWNU Jawa Timur, Pemprov Jatim, TNI/Polri, serta seluruh elemen masyarakat, kita dapat mempersiapkan acara ini dengan baik. Semoga Bapak Presiden Insya Allah direncanakan akan hadir. Semoga Mujahadah Kubro ini membawa keberkahan yang melimpah bagi Jawa Timur, bagi NU, dan bagi seluruh Indonesia," pungkasnya dengan penuh harapan. Persiapan matang dan sinergi yang solid ini mencerminkan komitmen Jawa Timur untuk menjadi tuan rumah yang baik dan menyambut kedatangan Presiden Prabowo serta puluhan ribu jemaah dengan hangat dan penuh keramahan.
#Redaksi
